Jumat, 20 Oktober 2017

Perlukah sepakbola mengubah 2x45 menit untuk mencegah taktik buang waktu?

Minggu, 18 Juni 2017 12:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Xabi Alonso scores for Liverpool in the 2005 Champions League final against AC Milan
Getty Images
dalam ketentuan baru yang diusulkan, wasit tak akan mengesahkan gol seperti yang dicetak Xabi Alonso di final Liga Champions 2005, karena dicetak dari bola muntah penalti yang gagal.

Sebuah usulan untuk mengganti 45 menit per paruh pertandingan sepakbola sedang dibahas dengan tujuan mencegah pemborosan waktu.

Sebagai gantinya, diusulkan waktu pertandingan 2x30 menit, namun waktu pertandingan dihentikan setiap kali bola keluar dari permainan, atau setiap kali terjadi insiden yang menghentikan permainan.

Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional ( International Football Association Board : IFAB) sebagai badan pembuat aturan mengatakan sejauh ini dari 90 menit waktu resmi, pertandingan sepakbola hanya berlangsung dalam sekitar 60 menit 'waktu bermain efektif.'

Gagasan ini adalah salah satu dari beberapa usulan yang diajukan dalam strategi baru yang dirancang untuk mengatasi 'negativitas"' sepak bola.

Usulan lain, misalnya pemain tidak boleh menindaklanjuti upaya mencetak gol jika penalti diselamatkan - sebagai gantinya jika tendangan penalti gagal, permainan akan berhenti dan tendangan gawang diberikan.

Gagasan lainnya Antara lain menghubungkan jam stadion dengan jam tangan wasit dan membolehkan pemain untuk menggiring bola saat melakukan tendangan bebas.

Mantan striker Chelsea Gianfranco Zola mendukung usul untuk memotong pertandingan hingga 60 menit.

"Secara pribadi saya menyukai usulan peraturan ini karena begitu banyak tim yang ketika sedang unggul berusaha membuang waktu - jadi saya pikir ini bukan (usul) peraturan yang buruk," katanya kepada BBC.

"Sepak bola cukup cepat. Beberapa usul perubahan lain, saya tidak saya sukai, tapi yang ini bagus."

Everton keeper Maarten Stekelenburg saves a penalty Kevin De Bruyne of Manchester City penalty
Getty Images
Kiper Everton, Maarten Stekelenburg, menyelamatkan penalti Kevin De Bruyne dari Manchester City.

Darimana asal mula usulan ini?

Gagasan tersebut telah diajukan kepada Ifab oleh para pemangku kepentingan dalam permainan untuk mengatasi 'masalah di lapangan.'

Dokumen tersebut berisi sejumlah gagasan radikal yang membutuhkan diskusi panjang, namun sejumlah usulan dapat segera dilaksanakan tanpa memerlukan perubahan aturan.

Sebagian besar usulan diarahkan untuk memberantas taktik buang-buang waktu. Misalnya mengharuspkan para wasit untuk lebih ketat dalam peraturan tentang batas waktu enam detik bagi penjaga gawang untuk menahan bola , dan juga tentang waktu tambahan.

Selain itu, diusulkan agar wasit menghentikan arloji mereka pada berbagai kejadian berikut.

  • Antara putusan hukuman dengan pengambilan tendangan penalti atau tendangan bebas
  • Antara gol yang dicetak sampai pertandingan dimulai kembali
  • Antara waktu meminta perawatan untuk pemain yang cedera hingga dilanjtkannya lagi permainan
  • Antarapemberian kartu kuning atau merah hingga dilanjutkannya pertandingan
  • Antara isyarat pergantian pemain hingga dilanjutkannya pertandingan
Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar