Kamis, 24 Agustus 2017

Polda Papua gelar apel pasukan Operasi Ramadniya Matoa 2017

Senin, 19 Juni 2017 20:08

Foto: Aman Hasibuan. Foto: Aman Hasibuan.
Ayo berbagi!

Polda Papua melaksanakan apel gelar pasukan gabungan operasi Ramandniya Matoa Tahun 2017 di Mako Brimob Polda Papua, Senin (19/6). Apel gelar pasukan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, M.H dihadiri Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Herman Asaribab, pejabat Polda Papua dan instansi terkait lainnya dengan "tema melalui apel gelar Pasukan Operasi Ramadniya Matoa 2017 kita tingkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada Perayaan idul Fitri 1438 H”.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Tito Karnavian melalui Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, apel gelar pasukan ini merupakan wujud kesiapan Polri dalam menghadapi kegiatan pengamanan hari raya idul Fitri 1438 H. Serta sebagai sarana untuk konsolidasi dan pengecekan personil beserta kelengkapannya sarpras sebelum menghadapi tugas pengamanan dilapangan. Rencana operasi dan seperangkat cara bertindak yang telah dipersiapkan, diharapkan dapat dilaksanakan secara sinergis oleh seluruh unsur pengamanan yang terlibat sehingga masyarakat Indonesia dapat merayakan hari raya Idul Fitri dengan aman, nyaman, lancar dan dipenuhi dengan rasa kebersamaan.

Kegiatan pengamanan tahun ini setidaknya ada 3 point utama yg menjadi perhatian bapak Presiden RI, yakni terjaganya stabilitas harga pangan, kondisi kantibmas yang kondusif dan keamanan, kelancaran serta kenyamanan arus mudik dan arus balik. Dalam mewujudkan stabilitas harga pangan Polri telah membentuk satgas pangan untuk memantau dan menjaga harga pangan agar tetap stabil, upaya tersebut mewujudkan melalui kerjasama dengan kementrian lembaga terkait serta penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku penimbunan, pengoplosan, pemalsuan maupun tindak pidana dan pelanggaran lainnya terkait pangan.

Sedangkan untuk menjaga kondisi kantibmas yang aman dan kondusif saya mengingatkan kepada seluruh kasatwil untuk mampu menekan angka kejahatan konvensional seperti curhat, curas, curanmor, copet, bius, hipnotis dan pencurian rumah kosong melalui peningkatan kegiatan preemtif, preventif dan represif.

"Disampingi itu saya tekankan kepada seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kegiatan sambang dan patroli dititik-titik rawan gangguan Kamtibmas seperti terminal, pelabuhan, pemukiman yg ditinggal oleh pemilik, pusat perbelanjaan, bank dan ATM serta tempat2 wisata yg ramai dikunjungi saat perayaan idul Fitri," kata Kapolri.

Berkaitan dengan kelancaran arus lalu lintas ditekankan agar seluruh personil bs memberikan pelayanan secara all out. Berikan atensi penuh pada titik rawan lama dan rawan macet yg ada, terutama pada puncak arus mudik yakni H-2 idul Fitri dan puncak arus balik pada Hari+5 idul Fitri. Operasi terpusat Ramadniya tahun 2017 akan dilaksanakan selama enam belas hari dengan melibatkan total 187.012 personil dari kepolisian serta dibantu stakeholder terkait mulai dari unsur TNI hingga jajaran Pemda.

"Untuk itu ditekankan kepada seluruh jajaran untuk bekerja secara optimal, fokus utama dalam menjaga kestabilan hrg pangan, pemeliharaan Kamtibmas yang kondusif, serta keamanan dan kelancaran arus mudik dan arus balik dapat dilakukan secara berimbang," ujaranya.

Kapolri meminta ciptakan harmonisasi secara senergi diantara seluruh stakeholder anggota terkait sehingga pelaksanaan pengamanan hari raya idul fitri 1438 H dapat berjalan dengan lebih baik, aman, tertib dan lancar dibandingkan tahun sebelumnya. "Seluruh jajaran hendaknya dapat bekerja dengan tulus ikhlas terlebih awal operasi ini akan kita laksanakan dalam suasana bulan suci ramadhan, semoga hal ini dapat menjadi ladang ibadah dan berkah pahala bagi kita," tuturnya.

Kapolda Papua juga menambahkan dengan fakta dan dinamika yang ada tentu masing-masing berbeda. "Saya berpesan khusus kita yang ada di Jayapura hingga wilayah perbatasan agar selalu sigap karena aktivitas masyarakat kita menjelang perayaan Idul Fitri pasti meningkat terutama di pusat-pusat perbelanjaan demikian juga pada saat malam takbiran dan kita sdh memberikan himbauan saat rapat kordinasi agar takbiran dilaksanakan di tempat ibadah masing-masing. Selain itu, kita juga tertibkan penggunaan kembang api atau petasan yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat terhadap hal tersebut agar di antisipasi," kata Kapolda seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Aman Hasibuan. 

Lebij lanjut Kapolda menjelaskan, Terkait pengamanan sholat idul Fitri diharapkan anggota yang melaksanakan pengamanan yaitu anggota berseragam uniform di mohon para masing-masing Kasatwil diatur dengan baik pengamanannya.

"Selaku pemangkuh bidang keamanan pada liburan perayaan idul fitri ini juga dilakukan pengamanan di tempat-tempat wisata yang ada, berikan upaya perlindungan, pengayoman dan pelayanan terhadap masyarakat dan Pos-pos pelayanan yang sudah dibentuk agar diisi secara terpadu dari unsur TNI-Polri dan tim kesehatan kita berikan pelayanan kepada masyarakat karena operasi ini lebih dari operasi kemanusian," katanya lagi.

Terkait upaya diteksi dini terhadap potensi gangguan yang ada, menurut Kapolda, unsur Kepolisian bersama TNI dan Pemerintah daerah harus sinergi dalam mendeteksi potensi kerawanan, ingat hari libur bukan berti tenang dan damai, ada hal-hal yang perlu di antisipasi dengan kekuatan yang besar maka dari itu satuan yang ada di Garnizun Jayapura ini diharapkan setiap saat dapat dikerahkan dalam rangka menyikapi situasi yang bersifat kotigensi. Usai pelaksanaan gelar pasukan di lanjutkan acara tambahan yaitu penerimaan bantuan berupa rompi, Kunt dan ateska electron dari Jasa Raharja cabang Papua kepada Polda Papua yang diterima langsung oleh Kapolda Papua.

Masih ada lagi informasi Mudik Lebaran 2017 menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar