Kamis, 29 Juni 2017

Polda Jatim siapkan rekayasa kemacetan arus mudik

Senin, 19 Juni 2017 21:27

Ayo berbagi!

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur telah menyiapkan beberapa langkah rekayasa lalu lintas untuk mengatasi terjadinya kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran 2017.

"Ada beberapa langkah antisipasi kemacetan salah satunya dengan penggunaan tol baru. Ada dua kategori penggunaan tol baru saat mudik dan balik Lebaran yakni tol fungsional dan operasional," kata Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Ibnu Isticha saat rapat koordinasi bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk di Mapolda Jatim, Senin.

Ibnu mengatakan dari arah Waru menuju Krian masuk dalam kategori tol fungsional dan hanya satu jalur yang bisa dilalui. Dia menyebut pada 2017 ada yang berbeda pada arus mudik dan balik. Hal itu dikarenakan ada jalan alternatif baru.

"Dari Waru ke Krian akan difungsikan satu sisi mulai hari ini sampai H+1, dibuka pukul 06.00 sampai 17.00 WIB. Sebaliknya pada H+2 sampai H+7 dari arah sebaliknya, yakni Krian ke Surabaya," kata dia.

Sedangkan dari Krian menuju Mojokerto, sambung Ibnu, pengendara bisa melaluinya secara sempurna 24 jam dari dua arah berlawanan, karena sudah dioperasionalkan sejak 2016. Sementara dari Mojokerto sampai Jombang Ploso, masuk kategori tol fungsional dan rekayasa lalu lintasnya diberlakukan sama dengan Surabaya-Krian.

Dari arah Bandar menuju Kertosono, tol kembali berfungsi sebagai jalur darurat untuk mengurangi kemacetan di perempatan Mengkreng, perbatasan Jombang-Nganjuk-Kediri.

"Sementara dari Kertosono (Nganjuk) ke Wilangan (Madiun) belum difungsikan karena dalam tahap pengerjaan. Sedangkan dari Wilangan ke Purworejo sudah tahap pengecoran beton, dan hanya mampu dilewati dari Barat ke Timur saja. Termasuk Purworejo-Ngawi, tidak kita berlakukan (belum difungsikan)," tutur Ibnu.

Ibnu menjelaskan, pada tempat yang menjadi titik masalah akan ditempatkan pos pengamanan atau pos pantau. Dia menambahkan, ada beberapa tempat titik masalah di antaranya lintas utara di Duduk Sampeyan.

"Lintas tengah yakni Mengkreng yang perlu diwaspadai, Saradan, dan Wilangan. Untuk jalur wisata lintas selatan yakni Purwosari, Karang Loh, dan Batu," ujarnya.

Sebanyak 2.100 personel Ditlantas Polda Jatim disiagakan. Selanjutnya, 244 personel dari Dishub, 20 personel dari Jasa Raharja, dan 144 personel pasukan TNI. Keseluruhan personel ini akan disiagakan di daerah rawan macet dan titik masalah terutama untuk Jatim semoga tidak ada peningkatan kecelakaan.

"Langkah yang kami lakukan yakni kendali dan monitor, masing-masing tempat yang menjadi titik-titik krusial akan kita tempatkan CCTV, termasuk dua unit kamera "drone" yang bisa dimonitor daring di pos pam ataupun pos pantau," ucapnya.

Sedangkan penggunaan tol fungsional dilakukan saat H-7 sampai H+7, pihaknya akan menggunakan untuk arus mudik Lebaran dari arah timur menuju ke barat.

Sementara khusus untuk Solo-Kertosono, arus mudik diberlakukan dari arah barat, yakni dari Sragen atau Solo-Sragen sampai pintu keluar Widodaren. Karena jalan tol belum sampai Kertosono. Sedangkan arus baliknya H+2 sampai H+7 akan diberlakukan dari arah Barat, yakni simpang Kertosono atau simpang Bandar menuju ke Surabaya atau Waru.

"Sementara dari arah Barat untuk arus mudik kita berlakukan dari pintu masuk tol Widodaren seterusnya Seragen sampai dengan Solo," kata Ibnu. (ant)

Masih ada lagi informasi Mudik Lebaran 2017 menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar