Kamis, 24 Agustus 2017

Gadis remaja Muslim terbunuh dekat sebuah masjid di AS

Selasa, 20 Juni 2017 00:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Kepolisian Virginia, AS, menemukan jenazah yang diyakini perempuan remaja Muslim berusia 17 tahun yang diserang dekat sebuah mesjid sebelum hilang.

Sebelum hilang, gadis yang oleh keluarganya dipanggil Nabra itu berjalan kaki bersama sejumlah sahabatnya lalu terlibat percekcokan dengan seorang pengemudi di Herndon, papar polisi.

Pengemudi itu keluar dari mobilnya dan menyerang gadis itu. Lalu setelahnya gadis itu tak diketahui keberadaannya.

Polisi telah menangkap seorang pria berusia 22 tahun dan mempidanakannya dengan pasal pembunuhan.

Polisi belum mengetahui alasan serangan itu, namun salah satu kemungkinan yang sedang dikembangkan dalam penyelidikan adalah kejahatan berdasarkan kebencian (SARA), papar polisi lagi.

Dalam laporan Washington Post disebutkan, empat atau lima remaja, termasuk Nabra yang semuanya menjalankan puasa, subuh itu mengunjungi sebuah restoran cepat saji untuk bersantap sahur.

Pada sekitar pukul 04:00 (14:00 WIB), saat berjalan kaki sepulang bersantap sahur, mereka dihadang seorang pengemudi, dan terlibat adu mulut.

Mereka kemudian berlarian menuju sebuah masjid, namun Nabra tertinggal di belakang, dan kemudian tak diketahui keberadaannya, lalu dilaporkan hilang ke polisi.

Polisi yang melancarkan upaya pencarian menghentikan sebuah mobil yang dicurigai, dan menahan pengemudi yang diidentifikasi sebagai Darwin Martinez Torres.

Sesudahnya, sekitar pukul 15:00 (07:00 WIB), polisi menemukan jasadnya di sebuah empang, sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian, kata polisi dalam pernyataannya.

Di dekat jasad itu ditemukan pula sebuah tongkat bisbol, lapor media setempat.

Polisi akan melaksanakan otopsi untuk mengukuhkan identitas jenazah dan penyebab serta situasi yang menewaskannya.

Kejahatan berdasar kebencian (SARA) muncul di berbagai tempat, seiring maraknya teror yang dilakukan secara individual.

Di Inggris, baru saja terjadi serangan di sekitar sebuah mesjid, dan penyerangnya berteriak-teriak bahwa ia ingin membunuh Muslim. Serangan dilakukan dengan menabrakkan mobil ke arah warga pejalan kaki, sebagaimana banyak dilakukan oleh sejumlah Muslim pelaku teror belakangan ini.

Beberapa waktu lalu, di AS, seorang pria membunuh dua lelaki yang membela perempuan Muslim yang dia hina di sebuah kereta.

Di pengadilan, pelaku itu, Jeremy Joseph Christian terdengar berteriak "Matilah musuh-musuh Amerika," dan "Tinggalkan negara ini jika kalian membenci kebebasan kami- mampuslah antifa," katanya, menggunakan singkatan umum gerakan anti-fasis.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar