Kamis, 29 Juni 2017

Bayi gajah ditemukan tewas tertabrak di jalan raya Malaysia

Selasa, 20 Juni 2017 02:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Seekor bayi gajah ditemukan tewas di jalan raya di Malaysia setelah tampaknya tertabrak oleh sebuah kendaraan.

Para petugas taman nasional yang menemukan bangkai anak gajah tersebut mengatakan, bahwa insiden semacam itu "jarang terjadi".

Kalangan pegiat lingkungan mengungkapkan bahwa kerusakan habitat memaksa gajah-gajah liar mendekati kawasan jalan raya East-West Highway, yang menghubungkan wilayah timur laut Kelantan ke beberapa negara bagian di Malaysia.

Pejabat setempat telah meminta para pengemudi untuk "lebih berhati-hati" saat mengendarai mobil di jalan raya.

"Kami sudah memasang papan peringatan untuk memberi tahu para pengendara sewaktu-waktu ada gajah yang menyeberang di sepanjang jalan raya," kata Loo Kean Seong, direktur Departemen Perlindungan Satwa Liar dan Taman Nasional di Perak.

"Jadi mereka perlu lebih bertanggung jawab, terutama saat mereka menyetir larut malam atau dini hari."

Kendaraan yang dipacu berada dalam batas kecepatan rendah, lebih banyak diberlakukan.

Kelompok konservasi yang berbasis di Kuala Lumpur, yaitu Manajemen dan Ekologi Gajah Malaysia (MEME), menemukan gajah yang mati pada hari Jumat (16/6).

"Kami yakin kejadian ini berlangsung dengan cepat dan anak gajah itu langsung mati, kepalanya terkena benturan dan keluarganya sudah tidak ada lagi pada saat kami tiba," kata Ahimsa Campos-Arceiz.

Ia mengatakan kepada BBC bahwa mereka menemukan gajah-gajah lainnya yang mati di kawasan hutan lindung tersebut pada tahun 2010 dan 2014.

"Gajah-gajah liar itu kehilangan tempat di hutan dan banyak dari mereka yang keluar dari hutan mendekati jalan-jalan raya untuk mencari makanan seperti rumput, pohon palem dan bambu.

"Mereka juga menghabiskan lebih banyak waktu dengan berkeliaran di jalan," katanya, sembari menambahkan bahwa batas kecepatan yang lebih rendah harus diberlakukan dan lebih banyak lampu jalan yang harus dipasang.

"Seiring dengan perkembangan di Malaysia, mereka perlu berkompromi, terutama di wilayah ini, yang menjadi kawasan hutan terpenting di Asia Tenggara. Gajah harus bisa berkeliaran dengan bebas dan aman."

Gajah
AFP
Kelompok konservasi lingkungan mengatakan, gajah-gajah ini harus bisa berkeliaran dengan bebas dan aman.

Insiden tertabraknya anak gajah itu menimbulkan emosi dan kemarahan di media sosial.

"Salah satu keragaman hutan terkaya di dunia dan inilah bagaimana kita memperlakukan satwa liar kita," kata Kent Chua. "Mereka kehilangan rumah mereka atas nama pembangunan dan mereka menebusnya dengan nyawa mereka."

Sementara yang lainnya mengungkapkan keprihatinan mereka atas tindakan para pengemudi yang semberono.

"Jika Anda melihat tanda yang menyatakan (memperlambat kendaraan), maka kendaraan Anda harus melambat," kata Izuni Nia. "Ini adalah hal yang mudah dilakukan. Jalan raya itu masih merupakan tempat tinggal mereka, jadi hormati saja."

"Saya ingin tahu bagaimana makhluk yang begitu besar bisa luput dari penglihatan seseorang," tulis seorang pengguna Facebook dari ibu kota Kuala Lumpur, berspekulasi bahwa supirnya mungkin mabuk atau ngebut.

"Tidak ada kesopanan atau apapun untuk berhenti sejenak dan melihat bayi gajah yang sekarat atau paling tidak melaporkannya."

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar