Kamis, 21 Juni 2018 | 04:11 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Pemudik NTT melahirkan di atas kapal

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Ist
Ilustrasi. Foto: Ist
<p>Pemudik asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maria Elevina melahirkan putra pertamanya dalam pelayaran menuju kampung halamannya di atas kapal motor (KM) Kirana I, milik perusahaan pelayaran PT Dharma Lautan Utama (DLU).</p><p>Manager Cabang PT DLU Tanjung Perak Surabaya Donie Surya Putra, saat dikonfirmasi Senin &nbsp;(19/6) malam, menginformasikan Maria berlayar ditemani suaminya, Ferinandos, usia 23 tahun, dari Pelabuhan Sampit, Kalimantan Tengah, naik KM Kirana I, yang berangkat menuju Surabaya pada hari Minggu, 18 Juni.</p><p>Dia mengatakan perempuan berusia 21 tahun itu melahirkan saat KM Kirana I berlayar di perairan dekat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Senin pagi, sekitar pukul 04.30 WIB.</p><p>"Usia kandungannya baru delapan bulan. Proses persalinannya dibantu oleh Tim Medis yang bertugas di KM Kirana I," ujarnya.</p><p>Menurut Donie, persalinannya berlangsung lancar. "Ibu dan anaknya dalam kondisi sehat," katanya.</p><p>Bayi berjenis kelamin laki-laki itu diberi nama Candra Kirana. "Ya, waktu anaknya lahir kan kedua orangtuanya belum siap nama. Kami usulkan nama Candra Kirana, dan kedua orangtuanya menerima," ucap Donie.&nbsp;</p><p>KM Kirana I sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin sore, sekitar pukul 14.30 WIB. Maria dan bayinya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Primasatya Husada Citra, milik PT Pelabuhan Indonesia III, untuk diperiksa lebih lanjut kesehatannya.&nbsp;</p><p>Donie mengatakan Maria dan suaminya rencananya mau mudik dari Sampit ke Manggarai. "Sesampainya di Surabaya keduanya berniat melanjutkan perjalanan melalui jalan darat ke NTT. Tapi kan kondisinya masih lelah, jadi sore tadi sesampainya di Tanjung Perak kami bawa ke RS PHC agar beristirahat dulu," katanya.</p><p>Namun menurut Donie, Maria hanya sebentar di RS PHC Tanjung Perak Surabaya. Setelah oleh dokter PHC dinyatakan sehat, dia memilih beristirahat ke rumah saudaranya di kawasan Kapasan, Surabaya.</p><p>"Mengingat perjalanan darat menuju NTT sangat melelahkan dan kondisi kesehatannya belum pulih betul, kami sudah tawarkan kalau mau kembali ke Sampit akan diantar gratis pakai kapal DLU. Tapi dia memilih untuk beristirahat di rumah saudaranya di Surabaya," ujarnya.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 20 Juni 2018 - 21:59 WIB

Messi akan tebus kesalahan saat lawan Kroasia

Event | 20 Juni 2018 - 21:47 WIB

Panama nilai Belgia lebih berbahaya daripada Inggris

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:37 WIB

Simpang Gadog mulai lancar

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:28 WIB

Dishub awasi kapal cepat lebihi kapasitas

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:16 WIB

Kemenhub imbau maskapai dalam negeri akses penerbangan perintis

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:05 WIB

Kemenhub sambut positif pencabutan `EU Flight Ban`

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com