Kamis, 21 Juni 2018 | 08:04 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Warga Bojonggede digegerkan pocong palsu, diduga begal

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto : Jalan masuk ke Perumahan Pura yang diduga jadi tempat aksi pocong diduga begal
Foto : Jalan masuk ke Perumahan Pura yang diduga jadi tempat aksi pocong diduga begal
<p>Warga Perumahan Pura Bojonggede, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, digegerkan oleh sesosok hantu pocong yang kerap bergentayangan pada malam hari. Namun, pocong itu diduga palsu alias jadi-jadian untuk menakuti warga dan diduga modus kriminal untuk membegal para pengendara.</p><p><br></p><p>Salah seorang warga yang pernah menjadi korban, Mohamad Kosim Nurzeha (23) menceritakan, mulanya ia hendak pulang ke rumah pada pukul 03.00 WIB dini hari dengan mengendarai motor. Lalu di tengah jalan menuju rumahnya ia langsung dikagetkan dengan sesosok pocong yang tergantung dengan seutas tali di atas pohon.</p><p><br></p><p>"Dari jauh sih nggak kelihatan kalau ada pocong di atas pohon. Nah, pas saya lewat pohon tersebut turunlah pocong itu dengan tali yang diikat panjang sampai seberang pohon," kata Kosim kepada wartawan, Selasa (20/6).</p><p><br></p><p>Pada saat bersamaan tali itu tersangkut di tubuh Kosim yang tengah mengemudikan kendaraannya. Lantas pocong yang terikat tali itu ditabrak hingga dirinya hampir terjatuh dari motor.</p><p><br></p><p>"Otomatis talinya kena ke saya dan saya tabrak pocongnya. Hampir saja jatuh karena talinya tersangkut di badan saya, dan saya terus kembali memacu kendaraan," terang dia.</p><p><br></p><p>Sekitar beberapa meter dari tempat kejadian perkara (TKP), Kosim memberhentikan motornya dan menoleh ke belakang.</p><p><br></p><p>"Ternyata dari semak-semak keluar lima orang dan dari gang keluar beberapa orang lagi. Pas saya samperin mereka semua langsung kabur," ungkapnya.</p><p><br></p><p>"Saya lebih menduga itu upaya pembegalan," sambung Kosim.</p><p><br></p><p>Sementara itu, seorang warga lainnya, Adhitya Kurniawan Pujianto (24) mengatakan, berdasarkan informasi yang ia dapat pocong itu memang palsu alias jadi-jadian.‎&nbsp;</p><p><br></p><p>"Kejadian pertama pocongnya berbentuk boneka. Kedua bentuknya orang karena pocongnya berada di tengah jalan untuk menghalangi korbannya dan bisa kabur,"&nbsp;‎terang Adhitya.</p><p><br></p><p>Didit, sapaan akrabnya, mengatakan jalan masuk ke Perumahan Pura Bojonggede masih minim penerangan. ‎Dalam situasi itulah pocong jadi-jadian kerap beraksi menakut-nakuti korbannya.</p><p><br></p><p>‎Didit juga menduga&nbsp;hantu pocong yang kerap membuat resah warga itu muncul untuk merampas barang atau kendaraan pengendara yang tengah melintas.</p><p><br></p><p>"Kalau saya menduganya modus begal atau perampokan. Ketika pengendara motor (korban) jatuh akibat kaget, maka khawatirnya motor atau barangnya diambil. Ya intinya dugaannya perbuatan kriminal," terangnya.</p><p><br></p><p>Atas kejadian ini Didit berharap petugas Kepolisian Sektor Bojonggede dapat menindaklanjuti dan mengusut kasus tersebut. Sebab bila dibiarkan akan sangat berbahaya bagi warga sekitar yang hendak pulang ke rumahnya.</p><p><br></p><p>"Tentu kami berharap petugas dapat mengusut kasus ini karena sangat bahaya bagi warga yang hendak pulang untuk berjumpa dengan keluarganya di rumah," pungkas dia.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 07:58 WIB

14 TPS disediakan bagi warga Lapas di Pilkada Riau

Pendidikan | 21 Juni 2018 - 07:49 WIB

Orang tua tak perlu khawatir PPDB sistem zonasi

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 07:17 WIB

Jumlah penumpang di Bandara Lombok meningkat

Event | 21 Juni 2018 - 06:59 WIB

FIFA denda Federasi Meksiko dan Serbia

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com