Rabu, 13 Desember 2017

Ini rekayasa lalin tol baru di Jawa Timur saat musim mudik

Selasa, 20 Juni 2017 09:08

Tol Surabaya-Solo. Foto: NTMC Polri Tol Surabaya-Solo. Foto: NTMC Polri
Ayo berbagi!

Jalan tol baru Surabaya-Surakarta belum sepenuhnya bisa difungsikan untuk arus mudik dan balik Lebaran 2017. Masih ada landasan jalan yang terputus atau belum tersambung. Bahkan dari Kertosono hingga Ngawi, juga belum bisa difungsikan karena pengerjaannya belum juga selesai.

Tol baru Surabaya-Surakarta membentang dari Waru di Surabaya, Jawa Timur, hingga Ngasem di Surakarta, Jawa Tengah.

Tol itu baru bisa difungsikan untuk mudik-balik Lebaran dari Waru hingga Bandar di Kertosono, Nganjuk. Sementara itu, dari Bandar hingga Widodaren di Ngawi belum siap dilalui.

Seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri, Senin (19/6), Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf bersama Kapolda Jatim, Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin, pada Senin, resmi membuka tol fungsional tol baru Waru-Krian. Tol itu baru bisa dilalui satu jalur, menyambung ke pintu tol Krian-Mojokerto, yang sudah beroperasi sejak setahun lalu.

Di hari yang sama, pejabat Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim bersama PT Jasa Marga Tbk, menggelar rapat tentang rekayasa lalu lintas mudik-balik Lebaran setelah difungsikannya tol baru itu. Karena ada jalan alternatif baru, tentu saja arus mudik dan balik tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya.

Direktur Ditlantas Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Ibnu Isticha menjelaskan, dua kategori penggunaan tol baru saat mudik dan balik Lebaran nanti, yakni tol fungsional dan operasional. Waru-Krian masuk kategori tol fungsional dan hanya satu jalur yang bisa dilalui.

“Dari Waru ke Krian, dibuka dari pukul 06.00 sampai 17.00. Untuk arus mudik, hanya dibuka dari Surabaya menuju krian mulai hari ini sampai H-1. Pada H+2 sampai H+7 dari arah sebaliknya, dari Krian ke Surabaya,” kata Ibnu.

Dari Krian menuju Mojokerto, lanjut Ibnu menjelaskan, pengendara bisa melaluinya secara sempurna 24 jam dari dua arah berlawanan karena memang sudah dioperasikan sejak tahun lalu. Sementara itu, dari Mojokerto sampai Jombang Ploso masuk kategori tol fungsional dan rekayasa lalu lintasnya diberlakukan sama dengan Surabaya-Krian.

“Jombang Ploso sampai Jombang Bandar sudah tol operasional,” ujar Ibnu.

Dari Bandar menuju Kertosono, tol kembali berfungsi sebagai jalur darurat untuk mengurai kemacetan di perempatan Mengkreng, perbatasan Jombang-Nganjuk-Kediri.

“Kertosono (Nganjuk)-Wilangan (Madiun) belum difungsikan, karena masih dalam tahap pengolahan tanah,” tandas Ibnu.

Begitu juga dari Wilangan menuju Purworejo (Ngawi) dan Purworejo-Widodaren juga diputuskan tidak digunakan kendati satu jalur sudah terhampar.

Ibnu mengatakan, dari Tol Wilangan-Purworejo diputuskan tidak dipakai karena fasilitas di sepanjang jalur itu belum tersedia. Tingkat risiko keamanannya bagi pengendara tinggi.

“Kami tidak ingin mengambil risiko jika dipaksakan difungsikan,” katanya.

Masih ada lagi informasi Mudik Lebaran 2017 menarik untuk anda, klik disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar