Kamis, 24 Agustus 2017

Aktivis Hewan Australia Selidiki Perdagangan Daging Anjing di Bali

Selasa, 20 Juni 2017 12:56

(Courtesy: AustraliaPlus) Investigator ‘Animals Australia’, Luke (bukan nama sebenarnya) menyelidiki perdagangan daging anjing di Bali. (Courtesy: AustraliaPlus) Investigator ‘Animals Australia’, Luke (bukan nama sebenarnya) menyelidiki perdagangan daging anjing di Bali.
Ayo berbagi!

"Luke" adalah penyidik yang sempurna. Pembawaannya yang menyenangkan dan sederhana begitu meluluhkan hati. Anda tak akan pernah menduga ia memata-matai Anda. Luke menyelidiki perdagangan daging anjing di Bali.

Luke bukanlah nama aslinya. Kami tak bisa mengungkap nama sebenarnya karena alasan keamanan.

"Saya adalah bagian dari tim investigasi Animals Australia," kata Luke.

"Pekerjaan saya adalah mengumpulkan bukti yang bisa membantu membawa perubahan positif dalam penanganan hewan."

Dilengkapi dengan telepon genggam, skuter dan kamera video kecil, Luke menghabiskan empat bulan investigasi dan mendokumentasikan dalam video perdagangan daging anjing yang brutal di Bali, untuk pertama kalinya.

Luke bercerita bagaimana ia melakukan penyelidikan di Pulau Dewata.

(Peringatan: cerita ini berisi gambar dan deskripsi yang bagi sebagian orang terlihat menyedihkan)

Mendapat kepercayaan

"Saya memulai penyelidikan dengan menunjukkan secara tepat dan mengenal pemain kunci di industri daging anjing Bali yang benar-benar tak memiliki aturan. Akhirnya mereka mengundang saya untuk bergabung dengan mereka di saat gerombolan mereka mencuri, memburu, meracuni dan membunuh anjing.

"Mereka percaya bahwa saya tertarik untuk merekam persiapan masakan lokal. Itu memungkinkan saya memiliki akses ke semua aspek perdagangan, mulai dari penangkapan, pembantaian, hingga penjagalan anjing.”

Berpura-pura bahwa saya tak merasa hancur setiap kali melihat seekor anjing yang disiksa dengan mengerikan adalah salah satu hal tersulit yang pernah saya lakukan sebagai penyelidik.

Anjing-anjing ini diikat dan ditahan di kendang sebelum dibunuh.
Anjing-anjing ini diikat dan ditahan di kendang sebelum dibunuh.

ABC

Berkembang

"Walau pada awalnya makan daging anjing terbatas pada etnis minoritas, sayangnya ini menjadi populer di kalangan penduduk lokal yang beragama Hindu. Harganya yang murah dan pengaruh Barat di Bali membuat penduduk setempat berpikir bahwa memakan daging memberi status tertentu. Tentu saja, jika Anda memasarkan produk apapun dengan jargon meningkatkan kejantanan pria, tak peduli bagaimana hal itu tak berdasar, maka tiba-tiba hal itu menjadi populer.

"Selain kekejamannya, kejutan terbesar adalah menemukan bahwa para turis secara tak sengaja mengonsumsi daging anjing dan mendorong perdagangan itu. Rata-rata turis yang datang ke Bali tak tahu bahwa tulisan 'RW' di luar kios makanan jalanan yang populer mengindikasikan daging anjing."

Penjual daging anjing jalanan merambah pantai populer di Bali dengan menjual sate yang disajikan dalam wadah, sengaja tak memberi tahu pembeli dari mana asal dagingnya dan saat ditanya, mereka berbohong.

"Sekelompok turis Australia sangat menikmati sate daging anjing sehingga mereka kembali beberapa kali. Namun, jika mereka tahu asal mula daging itu mereka pasti sudah merasa jijik.

Berburu dengan racun

"Saya telah menghabiskan waktu dengan geng yang dikenal karena memasok sejumlah besar anjing ke banyak restoran di seluruh Bali. Mereka memiliki reputasi yang tangguh dan 'efisien'. Untuk beberapa waktu, mereka tak mengizinkan saya menonton aksi mereka atau mendiskusikan metode mereka di sekitar saya. Tapi akhirnya, saat keakraban mulai tumbuh, mereka membuka diri.”

"Saya ingat mereka mengeluh bahwa, ketika mereka biasanya menggunakan umpan beracun untuk mengumpulkan sejumlah besar anjing, mereka baru saja berjuang untuk mendapatkan racun yang mereka butuhkan. Akhirnya, hari itu tiba ketika mereka mengundang saya untuk bergabung dengan mereka dalam sebuah perburuan. Ini adalah operasi yang cukup tak terorganisir dan hanya beberapa anggota geng yang datang karena kebanyakan dari mereka enggan membiarkan saya memfilmkan mereka.”

"Saya pikir mereka menyadari, walau pembunuhan anjing dengan racun adalah cara yang efektif untuk berburu anjing dan menghasilkan uang, racun itu kemudian akan tersimpan dalam daging yang dikonsumsi. Inilah sebabnya mengapa mendokumentasikan ini adalah bagian penting dari penyelidikan kami. Bahkan jika Pemerintah Bali tak peduli dengan kekejamannya, pastinya mereka akan peduli dengan daging beracun yang masuk dalam rantai makanan.”

Luke telah menginvestigasi perdagangan daging anjing di Bali selama 4 bulan
Luke telah menginvestigasi perdagangan daging anjing di Bali selama 4 bulan

ABC

"Umpan beracun diletakkan di tanah di tengah jalanan sempit Denpasar. Tak lama kemudian seekor anjing hitam kurus dan malu-malu muncul dan memakannya. Umpan tersebut bertindak untuk 'menyetrum' anjing dan anggota geng dengan cepat mencengkeram kaki depannya sementara anggota lainnya melompat untuk mendorong lebih banyak racun masuk ke tenggorokan si anjing. Si anjing mulai berbusa di mulut dan roboh saat ia mencoba melarikan diri.”

"Walau efek racunnya begitu cepat, kematian anjing itu lamban dan jelas ia menderita rasa sakit. Akhirnya, pernapasannya yang tersengal-sengal berhenti dan ia pun mati. Geng itu segera menyulutnya dengan obor untuk melepas bulu dari tubuhnya.”

Penangkap anjing

"Selama penyelidikan ini, saya mengunjungi sebuah restoran daging anjing yang kecil di utara Bali. Di sana, saya bertemu dengan putra pemilik restoran, seorang pria berusia 35 tahun yang bersemangat dan gemuk bernama Made. Saya bertanya kepada Made dari mana ayahnya mendapatkan anjing. Ia mengaku sebagai seorang pemburu anjing dan mengatakan bahwa ia memasok semua restoran di utara Bali.”

"Made mengatakan kepada saya bahwa ia menangkap sebagian besar anjing yang ia bunuh di Kintamani, sebuah daerah yang terkenal dengan pemandangannya yang indah dan gunung berapi yang aktif. Ia mengundang saya untuk bergabung dengannya hanya dalam waktu dua hari.”

"Para pemburu menyiapkan alat mereka. Karung beras warna putih, simpul senar dan kawat di tiang baja berat yang tampak sangat sering digunakan.”

"Proses penangkapan berlangsung sangat agresif. Kadang-kadang, satu anjing tergantung akibat tali kawat sementara anjing lainnya diikat. Anjing-anjing yang tergantung itu menjerit dan menggeliat saat simpul tali mencekik mereka. Beberapa anjing mencoba menggigit ikatan untuk membebaskan diri mereka tapi dengan tali yang kuat, usaha mereka sia-sia. Para penduduk desa menerima 100.000 rupiah untuk Sembilan anjing. Anjing-anjing yang ketakutan itu diangkut dan dimasukkan ke sepeda motor dan para pemburu mengemudikan sepeda mereka kembali ke restoran.”

Seekor anjing memakan kepala ikan yang sudah diberi racun sianida.
Seekor anjing memakan kepala ikan yang sudah diberi racun sianida.

ABC

Penembak anjing di jalanan

"Pada pagi hari yang sejuk di Bali, saya bertemu dengan Gus - kependekan dari Gusti. Ia adalah anggota sebuah geng yang baru saja saya temui dan ia mengundang saya untuk melihatnya berburu anjing. Saya menduga Gus akan mengikat anjing sama seperti pemburu lainnya yang saya lihat, jadi sangat mengejutkan ketika ia menyapa saya dengan dua anak anjing dan senapan besar. Ia menepuk-nepuk anjingnya untuk berpamitan dengan cara yang mirip dengan ritual pagi saya sendiri.”

"Kami melewati jalanan di Bali mencari anjing yang sesuai dengan persyaratannya. Kami melewati banyak anjing di jalanan dan saya berjuang untuk memahami bagaimana mereka dibedakan dari anjinga yang akhirnya Gus bawa.”

"Tak lama setelah itu, anjing yang cocok menarik matanya. Kami menghentikan sepeda motor kami, ia mengokang senapannya dan kami kembali ke sasaran.”

Saya bertanya kepada Gus bagaimana ia tahu anjing ini liar. Ia menjawab, 'Saya tak peduli, saya akan mengambilnya'.

"Anjing itu beruntung, dua pemuda muncul pada saat yang tepat. Gus menurunkan senjatanya dan dengan cepat melesat pergi. Di sepanjang jalan, Gus terus mendapat telepon dari sesama anggota geng di berbagai jalan. Kami bergabung dengan dua di antaranya di depan sebuah Toko kecil. Seekor anjing hitam sedang berbaring di ambang pintu. Gus menaikkan senjatanya dan membangunkan sang anjing, tapi sebelum ia bisa menembak, penjaga toko itu keluar.”

"Anjing ini bukan milik siapa-siapa,' kata penjaga toko.

"Gus memposisikan dirinya dan membunuh anjing itu dengan satu tembakan. Perempuan itu menundukkan kepalanya dan kembali ke dalam toko tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Anjing itu dengan cepat dimasukkan karung dan diangkut ke sepeda motor dan kami pun pergi."

Diterbitkan Selasa 20 Juni 2017 oleh Nurina Savitri. Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar