Kamis, 29 Juni 2017

Tuntut pencairan tabungan siswa

Ratusan wali murid gruduk SD 3 Prambatan Lor

Selasa, 20 Juni 2017 17:31

Foto: Kontributor Elshinta, Sutini. Foto: Kontributor Elshinta, Sutini.
Ayo berbagi!

Ratusan wali murid siswa kelas I sampai VI SD Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu Kudus Jateng mendatangi sekolahan tersebut menuntut pencairan tabungan siswa yang dikelola oleh pihak sekolah.

Kepada Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (20/6) Sukamti salah satu orang tua siswa Kelas 1 mengaku rela izin pulang lebih awal dari pekerjaan sebagai buruh rokok untuk menghadiri pengambilan tabungan yang telah tertunda sebelumnya.

Menunrut Sukamti, kedatangan ke sekolah siang ini untuk menghadiri undangan pembagian tabungan siswa namun ternyata kepala sekolah tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas, padahal setelah pembagian rapor siswa kenaikan kelas hari Sabtu kemarin, para wali murid telah meminta tabungan siswa segera dicairkan. Namun pihak sekolah melakukan penundaan yang rencananya hari ini dibagikan.

Selain itu, Ibu dari siswa bernama Maulina Sa'adah tersebut menuturkan sudah menjadi kebiasaan bagi para siswa untuk menabung disekolah yang dikoordinir oleh pihak sekolah.

Selama ini tidak ada gejolak namun setelah dijabat kepala sekolah baru, akhir-akhir ini muncul banyak permasalahan.

"Kami selalu ditarik iuran terus dengan alasan untuk kemajuan sekolah", ujarnya.

Para orang tua berharap tabungan segera dicairkan untuk keperluan sekolah dan berlebaran. Karena tabungan yang diperoleh cukup lumayan yakni sekitar Rp2 juta.

Senada wali murid dari Sarifudin Abdillah siswa kelas V, Sukarlan mengakui ada kejanggalan dalam pengelolaan keuangan sekolah yang terjadi disekolah tersebut. Sebagai mantan penjaga sekolah dirinya setahun lalu diberhentikan dan tidak dibayar.

Ditambah lagi permasalahan tabungan siswa menandakan kearoganan kepsek kepala sekolah yang bernama Wara Sri Hartati. Dirinya menuntut tabungan cucunya sebesar Rp860 ribu dicairkan hari ini sesuai janji dari kepala sekolah.

"Kami minta tabungan dicairkan untuk kebutuhan sekolah", ungkapnya.

Menanggapi aksi wali murid, Sekretaris Disdikpora kabupaten Kudus, Kasmudi menyatakan siap memberikan uang talangan sebesar Rp30 juta untuk melengkapi uang tabungan siswa yang kurang sesuai permintaan sekolah. Di mana pihaknya masih akan melakukan klarifikasi terhadap kepala sekolah untuk mengetahui jumlah dana tabungan yang dikelola. Sebab kemungkinan mencapai ratusan juta.

"Disekolah tersebut terdapat 132 siswa dari kelas 1 sampai VI", ujar Kasmudi.

Dihadapan wali murid, ia menegaskan uang tabungan siswa cair pada pukul 14.00 WIB. Jika tidak cair dirinya siap-siap didatangi orang tua siswa.

Sementara itu salah satu guru, Mislaha Ida sempat mengalami pingsan akibat kaget didatangi oleh orang tua /wali murid yang mengrudug sekolahan.  

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar