Jumat, 22 Juni 2018 | 14:02 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Korea Utara uji mesin roket

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto: Antara
Foto: Antara
<p>Korea Utara melakukan uji coba lain mesin roket yang diyakini Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari program mereka untuk mengembangkan rudal balistik antarbenua menurut seorang pejabat AS kepada Reuters, Kamis (22/6).</p><p> Amerika Serikat menilai bahwa tes tersebut, yang terbaru dalam sebuah rangkaian uji coba mesin dan peluru kendali tahun ini, kemungkinan merupakan bagian terkecil dari mesin roket rudal balistik antarbenua, kata pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat tidak disebut jatidirinya.</p><p> Pejabat AS kedua juga membenarkan adanya tes tersebut, namun tidak memberikan rincian informasi tambahan tentang jenis komponen roket yang sedang diuji atau apakah itu sesuai dengan program rudal antarbenua (Intercontinental Ballistic Missile/ICBM)</p><p>Seorang pejabat mengatakan bahwa dia yakin uji coba tersebut telah dilakukan dalam 24 jam terakhir.</p><p> Pengungkapan uji mesin tersebut datang sehari setelah Amerika Serikat menekan China untuk memberikan lebih banyak tekanan ekonomi dan diplomatik terhadap Korea Utara guna membantu mengendalikan program nuklir dan peluru kendalinya selama perundingan tingkat tinggi di Washington.</p><p> Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan bahwa "konflik konflik besar" dengan Korea Utara dimungkinkan terjadi berkenaan dengan program senjatanya, meski pejabat AS mengatakan bahwa sanksi yang lebih ketat, tidak melibatkan kekuatan militer, adalah pilihan yang lebih disukai.</p><p> Diplomat tinggi China, Yang Jiechi, mengatakan pada Trump dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih bahwa Beijing bersedia "menjalin komunikasi dan koordinasi "dengan Amerika Serikat dalam upaya untuk meredakan ketegangan di semenanjung Korea, menurut sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China pada Jumat.</p><p> Kepala Badan Intelijen Pertahanan AS mengatakan dalam kongres bulan lalu bahwa Korea Utara, jika dibiarkan, bisa mampu mengembangkan peluru kendali bersenjata nuklir yang mampu menjangkau daratan AS.</p><p> Namun para ahli mengatakan Pyongyang masih butuh bertahun tahun lagi untuk memiliki kemampuan ICBM yang andal.</p><p> Letak Amerika Serikat sekitar 5.600 mil (9.000 kilometer) jaraknya dari Korea Utara. ICBM memiliki rentang minimal sekitar 3.400 mil (5.500 kilometer), namun ada pula yang dirancang untuk menempuh jarak 6.200 mil (10.000 kilometer) atau lebih jauh.</p><p> Setiap solusi militer terhadap krisis Korea Utara akan menjadi "tragis dalam skala yang luar biasa", menteri pertahanan Trump, Jim Mattis, mengatakan bulan lalu.</p><p> Amerika Serikat, sementara itu, tengah meningkatkan kemampuan membela diri terhadap ancaman dari Korea Utara, tindakan uji coba pertama yang berhasil untuk menghalang peluru kendali jenis ICBM pada Mei lalu.</p><p> Namun uji coba pada 21 Juni, kemampuan baru ysng sedang dikembangkan oleh Amerika Serikat dan Jepang untuk mempertahankan diri dari peluru kendali jarak yang lebih pendek gagal mencapai sasarannya, Badan Pertahanan Rudal AS mengatakan pada Kamis.</p><p> Uji coba tersebut merupakan yang kedua dari sistem penghalang SM-3 Block IIA, yang sedang dikembangkan oleh Raytheon. Uji coba penghalang sebelumnya, yang dilakukan pada Februari, telah sukses dilakukan. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 22 Juni 2018 - 13:58 WIB

Kereta tambahan Lebaran disiagakan hingga 26 Juni

Amerika | 22 Juni 2018 - 13:45 WIB

Kremlin nantikan kunjungan ajudan Trump di Moskow

Pilkada Serentak 2018 | 22 Juni 2018 - 13:36 WIB

Emil dan Uu siapkan data hadapi debat ketiga

Aktual SDGs | 22 Juni 2018 - 13:34 WIB

Setiap tahun dunia kehilangan hutan hampir seluas pulau Jawa

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 13:12 WIB

KPK terima 798 laporan penerimaan gratifikasi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com