Senin, 22 Oktober 2018 | 05:17 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

MUI syukuri Idul Fitri bersamaan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
<p>Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Zainut Tauhid Saadi, mensyukuri perayaan hari kemenangan, hari Idul Fitri 1438 Hijriyah/2017 Masehi, yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh mayoritas umat Islam.</p><p>"Kita syukuri 1 Syawal 1438 H tahun ini jatuh pada hari Minggu, 25 Juni 2017, sehingga pelaksanaan hari raya Idul Fitri bisa diikuti oleh mayoritas umat Islam di Indonesia," kata dia, di Jakarta, Selasa (27/6).</p><p>Meskipun demikian, kata dia, masih ada sebagian umat Islam yang berbeda dalam penentuan 1 Syawal-nya sehingga pelaksanaan Lebaran juga berbeda.</p><p>Dia berharap hal itu tidak mengurangi kekhidmatan dan kekhusyuan umat dalam menunaikan ibadahnya. Perbedaan itu harus tetap diterima sebagai kewajaran dan tidak perlu dibesar-besarkan apalagi dipertentangkan sehingga menimbulkan permusuhan.</p><p>"Semua harus tetap dibangun dalam bingkai persaudaraan Islam dan persaudaraan kebangsaan," katanya.</p><p>Memang, kata dia, sebaiknya hal itu tidak perlu terjadi jika sebelumnya pimpinan jemaah atau para tokoh dari kelompok-kelompok itu bersedia bertanya atau berdiskusi tentang metode penentuan 1 Syawal dengan berbagai pihak yang lebih memiliki kompetensi.&nbsp;</p><p>Sehingga lebih banyak menerima informasi sebelum menetapkan putusan berdasarkan keyakinannya.</p><p>Menurut dia, pemerintah melalui Kementerian Agama sebenarnya sudah mengambil kebijakan melalui sidang isbat.&nbsp;</p><p>Sidang isbat diikuti semua kelompok yang mewakili organisasi Islam tingkat pusat di Indonesia dan juga diikuti oleh para tokoh Islam dan ilmuan yang ahli di bidangnya.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

<p>Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Zainut Tauhid Saadi, mensyukuri perayaan hari kemenangan, hari Idul Fitri 1438 Hijriyah/2017 Masehi, yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh mayoritas umat Islam.</p><p>"Kita syukuri 1 Syawal 1438 H tahun ini jatuh pada hari Minggu, 25 Juni 2017, sehingga pelaksanaan hari raya Idul Fitri bisa diikuti oleh mayoritas umat Islam di Indonesia," kata dia, di Jakarta, Selasa (27/6).</p><p>Meskipun demikian, kata dia, masih ada sebagian umat Islam yang berbeda dalam penentuan 1 Syawal-nya sehingga pelaksanaan Lebaran juga berbeda.</p><p>Dia berharap hal itu tidak mengurangi kekhidmatan dan kekhusyuan umat dalam menunaikan ibadahnya. Perbedaan itu harus tetap diterima sebagai kewajaran dan tidak perlu dibesar-besarkan apalagi dipertentangkan sehingga menimbulkan permusuhan.</p><p>"Semua harus tetap dibangun dalam bingkai persaudaraan Islam dan persaudaraan kebangsaan," katanya.</p><p>Memang, kata dia, sebaiknya hal itu tidak perlu terjadi jika sebelumnya pimpinan jemaah atau para tokoh dari kelompok-kelompok itu bersedia bertanya atau berdiskusi tentang metode penentuan 1 Syawal dengan berbagai pihak yang lebih memiliki kompetensi.&nbsp;</p><p>Sehingga lebih banyak menerima informasi sebelum menetapkan putusan berdasarkan keyakinannya.</p><p>Menurut dia, pemerintah melalui Kementerian Agama sebenarnya sudah mengambil kebijakan melalui sidang isbat.&nbsp;</p><p>Sidang isbat diikuti semua kelompok yang mewakili organisasi Islam tingkat pusat di Indonesia dan juga diikuti oleh para tokoh Islam dan ilmuan yang ahli di bidangnya.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com