Jumat, 22 Juni 2018 | 14:01 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Malaysia tahan 1.509 pekerja ilegal

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi TKI, Foto sumber Antara
Ilustrasi TKI, Foto sumber Antara
<p>Pemerintah Malaysia telah menahan 1.509 pekerja ilegal atau Pendatang Asing Tanpa Identitas (PATI) semenjak Operasi Mega Imigressen mulai Jumat malam (30/6).</p><p> "Setelah tiga hari program Enforcement Card (E-Kad) selesai, sebanyak 1.509 PATI dan 28 majikan telah ditahan setelah Operasi Mega Imigressen dilakukan di seluruh negeri," ujar Dirjen Imigrasi Malaysia, Datuk Seri Mustafar Ali di Kuala Lumpur, Selasa (4/7).</p><p> Dia mengatakan penahanan tersebut merupakan hasil pemeriksaan yang melibatkan 5.278 individu melalui 181 operasi yang dimulai (30/6) malam hingga (3/7) pukul 08.00 waktu setempat.</p><p> Dari jumlah yanng ditahan warga Banglades menempati urutan tertinggi sebanyak 752 orang, diikuti warga Indonesia sebanyak 195 orang, Myanmar sebanyak 117 orang, Filipina sebanyak 50 orang, Thailand 45 orang dan lain-lain.</p><p> "Imigrasi sudah memberikan waktu yang secukupnya kepada majikan untuk mendaftarkan pekerja mereka namun kesempatan ini dipandang sebelah mata oleh majikan, karena itu jangan salahkan kami kalau mereka berhadapan dengan undang-undang," katanya.</p><p> Imigrasi Malaysia juga menemukan adanya penyusupan pekerja ilegal yang sudah diantar pulang untuk mengikuti program E-Kad padahal mereka sudah masuk daftar hitam.</p><p> Ketua Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambary mengatakan terkait penahanan TKI ilegal pihaknya sudah berbicara dengan Direktur Pekerja Asing di Imigrasi Malaysia yang menanyakan apa yang sebaiknya dilakukan PATI saat ini.</p><p> "Beliau bilang yang terbaik adalah ikut program 3 + 1 atau pulang sukarela dengan laluan (jalan) yang selamat dan sah," katanya.</p><p> Untuk WNI yang sudah ditangkap, ujar dia, pihaknya akan mengajukan akses konsuler untuk menemui mereka. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 22 Juni 2018 - 13:58 WIB

Kereta tambahan Lebaran disiagakan hingga 26 Juni

Amerika | 22 Juni 2018 - 13:45 WIB

Kremlin nantikan kunjungan ajudan Trump di Moskow

Pilkada Serentak 2018 | 22 Juni 2018 - 13:36 WIB

Emil dan Uu siapkan data hadapi debat ketiga

Aktual SDGs | 22 Juni 2018 - 13:34 WIB

Setiap tahun dunia kehilangan hutan hampir seluas pulau Jawa

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 13:12 WIB

KPK terima 798 laporan penerimaan gratifikasi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com