Minggu, 21 Oktober 2018 | 09:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Rupiah Rabu sore melemah ke Rp13.380

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
<p>Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis sore, bergerak melemah sebesar 15 poin menjadi Rp13.380 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.365 per dolar Amerika Serikat (AS).</p><p><br></p><p>"Kurs rupiah melemah terhadap dolar AS, rilis notulensi rapat kebijakan moneter Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang belum memberi kepastian kenaikan suku bunga Amerika Serikat memberikan tekanan terhadap rupiah," ujar Analis Riset Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra di Jakarta, Kamis.</p><p><br></p><p>Ia mengemukakan bahwa dalam rilis notulensi itu menunjukkan kecemasan para anggota FOMC jika mempertahankan kebijakan moneter longgar terlalu lama akan mengancam stabilitas keuangan di Amerika Serikat.</p><p><br></p><p>"Rilis tersebut menjadi indikasi bank sentral AS masih akan menaikkan suku bunga di tahun ini," katanya.</p><p><br></p><p>Namun di sisi lain, lanjut dia, kenaikan suku bunga Amerika Serikat itu juga masih tergantung data-data ekonomi yang dirilis, khususnya data inflasi yang relatif masih melambat.</p><p><br></p><p>Dalam notulensi tersebut, ia mengatakan juga menunjukkan perbedaan pendapat para pembuat kebijakan terhadap outlook inflasi serta dampaknya pada laju kenaikan suku bunga AS.</p><p><br></p><p>"Situasi itu membuat pelaku pasar mencari aman dengan melepas sebagian aset di negara berkembang, seperti Indonesia sehingga berdampak pada rupiah," katanya.</p><p><br></p><p>Sementara itu dari dalam negeri, Putu Agus Pransuamitra mengatakan bahwa rupiah juga mendapat tekanan setelah Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II tahun ini akan lebih rendah dari prediksi sebelumnya.</p><p><br></p><p>Sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2017 (April-Juni) akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya menyusul bergesernya realisasi pengeluaran pemerintah dan masyarakat ke kuartal III. Sebelum direvisi, Bank Indonesia memerkirakan ekonomi paruh kedua tahun ini akan tumbuh 5,11 persen (year on year/yoy).</p><p><br></p><p>Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis ini (6/7) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi Rp13.364 dibandingkan hari sebelumnya (Rabu, 5/7) Rp13.349 per dolar AS. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 21 Oktober 2018 - 09:41 WIB

Salah sasaran, seorang remaja tewas dibacok

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 09:28 WIB

66 hari diterapkan, 36.643 pengendara langgar ganjil genap

Pembangunan | 21 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Presiden resmikan Tol Bocimi akhir Oktober

Amerika | 21 Oktober 2018 - 08:50 WIB

Trump: AS akan mundur dari perjanjian nuklir dengan Rusia

Liga Italia | 21 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Bermain imbang, Genoa akhiri start sempurna Juventus

<p>Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis sore, bergerak melemah sebesar 15 poin menjadi Rp13.380 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.365 per dolar Amerika Serikat (AS).</p><p><br></p><p>"Kurs rupiah melemah terhadap dolar AS, rilis notulensi rapat kebijakan moneter Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang belum memberi kepastian kenaikan suku bunga Amerika Serikat memberikan tekanan terhadap rupiah," ujar Analis Riset Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra di Jakarta, Kamis.</p><p><br></p><p>Ia mengemukakan bahwa dalam rilis notulensi itu menunjukkan kecemasan para anggota FOMC jika mempertahankan kebijakan moneter longgar terlalu lama akan mengancam stabilitas keuangan di Amerika Serikat.</p><p><br></p><p>"Rilis tersebut menjadi indikasi bank sentral AS masih akan menaikkan suku bunga di tahun ini," katanya.</p><p><br></p><p>Namun di sisi lain, lanjut dia, kenaikan suku bunga Amerika Serikat itu juga masih tergantung data-data ekonomi yang dirilis, khususnya data inflasi yang relatif masih melambat.</p><p><br></p><p>Dalam notulensi tersebut, ia mengatakan juga menunjukkan perbedaan pendapat para pembuat kebijakan terhadap outlook inflasi serta dampaknya pada laju kenaikan suku bunga AS.</p><p><br></p><p>"Situasi itu membuat pelaku pasar mencari aman dengan melepas sebagian aset di negara berkembang, seperti Indonesia sehingga berdampak pada rupiah," katanya.</p><p><br></p><p>Sementara itu dari dalam negeri, Putu Agus Pransuamitra mengatakan bahwa rupiah juga mendapat tekanan setelah Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II tahun ini akan lebih rendah dari prediksi sebelumnya.</p><p><br></p><p>Sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2017 (April-Juni) akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya menyusul bergesernya realisasi pengeluaran pemerintah dan masyarakat ke kuartal III. Sebelum direvisi, Bank Indonesia memerkirakan ekonomi paruh kedua tahun ini akan tumbuh 5,11 persen (year on year/yoy).</p><p><br></p><p>Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis ini (6/7) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi Rp13.364 dibandingkan hari sebelumnya (Rabu, 5/7) Rp13.349 per dolar AS. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com