Kamis, 21 Juni 2018 | 08:07 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

LIPI tegaskan etika penelitian penting

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Ilustrasi.
Ilustrasi.
<p>Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengenalkan dan menegaskan betapa penting etika penelitian pada murid dan guru peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) 2017 dari 28 provinsi agar daerah tidak kecolongan sumber daya oleh asing.&nbsp;</p><p>LIPI menggelar aktivitas ilmiah di lapangan terbuka dengan orientasi penelitian ilmu pengetahuan sosial, ilmu pengetahuan alam, dan ilmu pengetahuan teknik (teknik rekayasa).</p><p>Wakil Kepala LIPI, Bambang Subiyanto, di Aceh, Senin (10/7), mengatakan, peserta tidak hanya mengenal soal metodologi penelitian secara lengkap, tetapi juga etika penelitian.&nbsp;</p><p>"Adik-adik akan belajar metodologi penelitiannya dari awal hingga akhir sehingga diharapkan ini akan membantu mereka nanti ketika menyelesaikan tugas akhirnya," katanya.&nbsp;</p><p>Etika penelitian juga penting diajarkan, contohnya meminta izin saat hendak meneliti objek ataupun subjek yang diteliti. Terlebih lagi untuk penelitian ilmu pengetahuan sosial yang berhubungan dengan masyarakat adat atau masyarakat dari suku tertentu.&nbsp;</p><p>Ia menegaskan pemahaman tentang&nbsp;clearance ethic&nbsp;juga perlu ditanamkan pada remaja-remaja yang bisa merupakan calon-calon peneliti di pusat maupun di provinsi dan kota/kabupaten. Contoh kerja sama penelitian dengan pihak asing harus selalu jelas dan diberikan penegasan hanya untuk penelitian saja.&nbsp;</p><p>Jika nanti ada nilai komersial dihasilkan dari paten hasil penelitian bersama di satu daerah maka, ia menegaskan harus ada bagian yang diperoleh pihak Indonesia karena ini bentuk&nbsp;Material Transfer Agreement&nbsp;yang sudah disepakati dan diratifikasi dari Protokol Nagoya.&nbsp;</p><p>"Ini yang tidak disadari di daerah-daerah, padahal untuk mikroba kadang dari yang berasal dari tanah yang menempel di sepatu dapat dibiakkan dan ada yang ternyata bisa menjadi obat," lanjutnya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 07:58 WIB

14 TPS disediakan bagi warga Lapas di Pilkada Riau

Pendidikan | 21 Juni 2018 - 07:49 WIB

Orang tua tak perlu khawatir PPDB sistem zonasi

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 07:17 WIB

Jumlah penumpang di Bandara Lombok meningkat

Event | 21 Juni 2018 - 06:59 WIB

FIFA denda Federasi Meksiko dan Serbia

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com