Kamis, 21 Juni 2018 | 13:06 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Pengunjuk Rasa di Gedung Parlemen Australia Disidang

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Tujuh pengunjuk rasa mengaku tak bersalah atas tuduhan merusak properti negara.
(Courtesy: AustraliaPlus) Tujuh pengunjuk rasa mengaku tak bersalah atas tuduhan merusak properti negara.
<p>Tujuh orang yang dituntut setelah diduga menempelkan tangan mereka dengan lem ke pagar Gedung Parlemen Australia -selama sesi Question Time (sesi tanya jawab semacam sidang interpelasi) berlangsung -telah diadili di Pengadilan Tinggi Wilayah Ibukota Australia (ACT).</p><p>Para pengunjuk rasa masing-masing didakwa secara resmi di Pengadilan Magistrat ACT hari Rabu (12/7/2017) dengan tuduhan merusak properti negara.</p><p>Mereka adalah bagian dari kelompok 40 orang yang melakukan unjuk rasa menentang penahanan lepas pantai, yang sempat menyebabkan Gedung Parlemen Australia ditutup pada November tahun lalu.</p><p>Dalam situasi yang kisruh, petugas keamanan menyeret sejumlah pengunjuk rasa secara paksa dari galeri publik Dewan Perwakilan Rakyat Australia, dengan banyak dari mereka terdengar berteriak "jangan sakiti saya".</p><p>Para pengunjuk rasa diusir karena mengganggu sesi Question Time dengan meneriakkan pernyataan seperti "tutup tahanan" dan "bawa mereka ke sini".</p><p>Pada saat kejadian berlangsung, kelompok ‘Whistleblowers Activists’ dan ‘Citizens Alliance’ mengaku bertanggung jawab atas unjuk rasa tersebut.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.australiaplus.com/cm/rimage/8702752-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.australiaplus.com/cm/rimage/8702752-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.australiaplus.com/cm/rimage/8702752-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.australiaplus.com/cm/rimage/8702752-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.australiaplus.com/cm/rimage/8702752-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.australiaplus.com/cm/rimage/8702752-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Pengunjuk Rasa" alt="Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan ‘tutup tahanan’ di luar Pengadilan Magistrat ACT." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan ‘tutup tahanan’ di luar Pengadilan Magistrat ACT.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>ABC News: Jana Black</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><h3><strong>Australia dinilai sebagai pelopor kekejaman</strong></h3><p>Di luar pengadilan, pada hari Rabu (12/7/2017), para pengunjuk rasa membentangkan spanduk besar bertuliskan: "Tutup kamp-kamp berdarah sekarang juga."</p><p>Mereka juga membuat sebuah pernyataan, yang mengatakan sudah saatnya Pemerintah Australia menutup pusat penahanan imigrasi lepas pantai.</p><p>Keempat perempuan dan tiga pria tersebut mengatakan bahwa mereka mengaku tak bersalah atas tuduhan merusak properti negara dan menuntut hak mereka untuk didengarkan oleh seorang juri.</p><p>Sally Hunter, seorang anggota kelompok tersebut, juga membacakan sebuah pernyataan tentang kejadian di Gedung Parlemen itu.</p><p>Ia mengatakan bahwa kelompok tersebut pergi ke Gedung Parliamen untuk berbicara langsung dengan perwakilan mereka guna mengatakan bahwa "mereka terlibat dalam pemerkosaan, penyiksaan, dan penganiayaan anak terhadap orang-orang yang tidak bersalah yang ditahan tanpa batas waktu".</p><p>Cammy Hill, anggota lainnya dari kelompok itu, menyebut bahwa Australia telah menjadi "pelopor dunia dalam urusan kekejaman".</p><p>Ia mengatakan bahwa para aktivis telah berusaha bertahun-tahun untuk "didengarkan melalui cara yang lebih konvensional" namun mengatakan "metode ini tak cukup lagi".</p><p>Ketujuh pengunjuk rasa dibebaskan dengan jaminan, dan menghadapi sidang selanjutnya akhir bulan Juli.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-07-12/parliament-house-superglue-protesters-to-stand-trial/8700564?WT.ac=statenews_act" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p><p>Diterbitkan: 15:30 WIB 12/07/2017 oleh Nurina Savitri.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Juni 2018 - 12:58 WIB

Darmin: Perbaikan struktur ekspor atasi perang dagang

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 12:48 WIB

Kemenkes masih siagakan petugas kesehatan di sejumlah titik

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 12:33 WIB

Presiden Jokowi ulang tahun ke-57 hari ini

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 12:27 WIB

KPK panggil tujuh anggota DPRD Kota Malang

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 12:12 WIB

AHY kritik pengangkatan M Iriawan jadi Pj Gubernur Jabar

Sosbud | 21 Juni 2018 - 11:52 WIB

Kearifan lokal Koto Gadang masih tetap terjaga

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com