Kamis, 21 September 2017

Pengunjuk Rasa di Gedung Parlemen Australia Disidang

Kamis, 13 Juli 2017 13:08

(Courtesy: AustraliaPlus) Tujuh pengunjuk rasa mengaku tak bersalah atas tuduhan merusak properti negara. (Courtesy: AustraliaPlus) Tujuh pengunjuk rasa mengaku tak bersalah atas tuduhan merusak properti negara.
Ayo berbagi!

Tujuh orang yang dituntut setelah diduga menempelkan tangan mereka dengan lem ke pagar Gedung Parlemen Australia -selama sesi Question Time (sesi tanya jawab semacam sidang interpelasi) berlangsung -telah diadili di Pengadilan Tinggi Wilayah Ibukota Australia (ACT).

Para pengunjuk rasa masing-masing didakwa secara resmi di Pengadilan Magistrat ACT hari Rabu (12/7/2017) dengan tuduhan merusak properti negara.

Mereka adalah bagian dari kelompok 40 orang yang melakukan unjuk rasa menentang penahanan lepas pantai, yang sempat menyebabkan Gedung Parlemen Australia ditutup pada November tahun lalu.

Dalam situasi yang kisruh, petugas keamanan menyeret sejumlah pengunjuk rasa secara paksa dari galeri publik Dewan Perwakilan Rakyat Australia, dengan banyak dari mereka terdengar berteriak "jangan sakiti saya".

Para pengunjuk rasa diusir karena mengganggu sesi Question Time dengan meneriakkan pernyataan seperti "tutup tahanan" dan "bawa mereka ke sini".

Pada saat kejadian berlangsung, kelompok ‘Whistleblowers Activists’ dan ‘Citizens Alliance’ mengaku bertanggung jawab atas unjuk rasa tersebut.

Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan ‘tutup tahanan’ di luar Pengadilan Magistrat ACT.
Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan ‘tutup tahanan’ di luar Pengadilan Magistrat ACT.

ABC News: Jana Black

Australia dinilai sebagai pelopor kekejaman

Di luar pengadilan, pada hari Rabu (12/7/2017), para pengunjuk rasa membentangkan spanduk besar bertuliskan: "Tutup kamp-kamp berdarah sekarang juga."

Mereka juga membuat sebuah pernyataan, yang mengatakan sudah saatnya Pemerintah Australia menutup pusat penahanan imigrasi lepas pantai.

Keempat perempuan dan tiga pria tersebut mengatakan bahwa mereka mengaku tak bersalah atas tuduhan merusak properti negara dan menuntut hak mereka untuk didengarkan oleh seorang juri.

Sally Hunter, seorang anggota kelompok tersebut, juga membacakan sebuah pernyataan tentang kejadian di Gedung Parlemen itu.

Ia mengatakan bahwa kelompok tersebut pergi ke Gedung Parliamen untuk berbicara langsung dengan perwakilan mereka guna mengatakan bahwa "mereka terlibat dalam pemerkosaan, penyiksaan, dan penganiayaan anak terhadap orang-orang yang tidak bersalah yang ditahan tanpa batas waktu".

Cammy Hill, anggota lainnya dari kelompok itu, menyebut bahwa Australia telah menjadi "pelopor dunia dalam urusan kekejaman".

Ia mengatakan bahwa para aktivis telah berusaha bertahun-tahun untuk "didengarkan melalui cara yang lebih konvensional" namun mengatakan "metode ini tak cukup lagi".

Ketujuh pengunjuk rasa dibebaskan dengan jaminan, dan menghadapi sidang selanjutnya akhir bulan Juli.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterbitkan: 15:30 WIB 12/07/2017 oleh Nurina Savitri.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar