Kamis, 27 Juli 2017

BNPT libatkan komunitas sastra cegah terorisme

Kamis, 13 Juli 2017 16:55

Ilustrasi. Ilustrasi.
Ayo berbagi!

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Barat melibatkan komunitas seni sastra untuk mencegah paham radikal dan terorisme.

Upaya melibatkan komunitas sastra itu dilakukan melalui kegiatan dialog dengan tema "Sastra Cinta Damai, Cegah Paham Radikal dan Terorisme", di Padang, Kamis (13/7).

Dirjen Pencegahan BNPT Brigjen Pol Hamli yang menjadi narasumber dialog di Padang mengatakan, kegiatan dengan melibatkan komunitas budaya dalam mencegah terorisme menjadi prioritas tahun ini.

Sebelumnya BNPT melibatkan kalangan lainnya, seperti tokoh masyarakat dan pendidikan.

Menurutnya, dengan memanfaatkan seni budaya, masyarakat bisa mengalihkan pandangan ke arah pemikiran radikal menjadi lebih positif dan logis.

Sebagai contoh, kata dia, adanya penampilan salawat dulang dari Minangkabau dapat bermanfaat untuk menghindari dari pemikiran paham yang menyimpang.

Kegiatan ini telah dilakukan di beberapa kota seluruh Indonesia.

Dia menambahkan semakin tinggi ancaman terorisme saat ini bagi generasi muda penguatan pengenalan karya sastra akan penting untuk memancing motivasi dan kreativitas.

Narasumber lain yang juga sastrawan nusantara Adha Imran mengatakan kesenian sastra bisa menyatukan segala perbedaan.

Menurut dia, karya sastra bisa dinikmati seorang mahasiswa, pelajar SMA maupun orang tua dengan perbedaan budaya semuanya.

Sedangkan sastrawan lainnya Aan Mansyur menilai karya sastra bisa memperpendek jarak di antara masyarakat.

Jarak tersebut adalah geografis, sosial, dan waktu, dengan membaca karya sastra, seseorang bisa lebih menyatu karena buku atau puisi menyatukan perbedaan, katanya pula. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar