Jumat, 22 Juni 2018 | 14:01 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Gunung es raksasa lepas dari Antartika

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Citra satelit rak es Larsen C yang diambil 8 Maret 2017 oleh Operational Land Imager di pesawat antariksa Landsat 8 NASA/USGS. (NASA/USGS Landsat)
Citra satelit rak es Larsen C yang diambil 8 Maret 2017 oleh Operational Land Imager di pesawat antariksa Landsat 8 NASA/USGS. (NASA/USGS Landsat)
<p>Satu gunung es terbesar dalam sejarah lepas dari Antartika menurut para ilmuwan pada Rabu, menimbulkan ancaman bahaya ekstra bagi kapal-kapal di sekitar benua itu saat runtuh.</p><p>Gunung es satu triliun ton yang luasnya menurut pengukuran 5.800 kilometer persegi itu terpisah dari Rak Es Larsen C di Antartika antara 10 dan 12 Juli menurut para ilmuwan di University of Swansea dan British Antarctic Survey.</p><p>Gunung es yang kira-kira seukuran Negara Bagian Delaware di Amerika Serikat atau Pulau Bali di Indonesia itu sudah hampir pecah dalam beberapa bulan.</p><p>Sepanjang musim dingin di Antartika, para ilmuwan memantau perkembangan keretakan pada rak es itu menggunakan satelit badan antariksa Eropa (European Space Agency/ESA).</p><p>"Gunung es itu merupakan salah satu yang terbesar yang pernah tercatat dan progres masa depannya sulit diprediksi," kata Adrian Luckman, profesor di Swansea University dan peneliti utama dalam Project MIDAS yang sudah memantau rak es itu selama bertahun-tahun.</p><p>"Itu bisa tetap utuh tapi tampaknya akan pecah menjadi fragmen-fragmen. Sebagian es mungkin bisa tetap berada di area itu selama puluhan tahun, sementara bagian-bagian dari gunung es mungkin lepas ke perairan yang lebih hangat di utara," ia menambahkan.</p><p>Es itu akan menambah risiko bagi kapal-kapal setelah pecah karena meski semenanjung itu berada di luar rute perdagangan utama, namun merupakan tujuan utama bagi kapal-kapal yang berlayar dari Amerika Selatan.</p><p>Pada 2009, lebih dari 150 penumpang dan awak dievakuasi setelah MTV Explorer tenggelam usai menabrak gunung es Semenanjung Antartika.</p><p>Gunung es yang dinamai A68 sudah mengapung sebelum pecah jadi tidak akan ada dampak segera ke permukaan air laut, namun pecahnya gunung es itu membuat area rak es Larsen C berkurang lebih dari 12 persen.</p><p>Rak es Larsen A dan B, yang berada jauh di bagian utara Semenanjung Antarika, runtuh pada 1995 dan 2002 berturut-turut.</p><p>"Ini menyebabkan peningkatan dramatis glasier di belakang mereka, dengan volume es lebih besar masuk ke samudra dan berkontribusi pada peningkatan muka air laut," kata David Vaughan, ahli glasiologi dan direktur ilmiah di British Antarctic Survey.</p><p>"Kalau Larsen C sekarang mulai mengalami kemunduran secara signifikan dan pada akhirnya runtuh, maka kita akan melihat kontribusi lain pada peningkatan muka laut," ia menambahkan.</p><p>Gunung-gunung es besar lepas dari Antartika secala alami, para ilmuwan tidak mengaitkannya dengan perubahan iklim. Namun es itu merupakan bagian dari semenanjung Antarika yang menghangat cepat dalam dekade terakhir.</p><p>"Dalam bulan-bulan dan tahun berikutnya, rak es bisa secara gradual tumbuh kembali atau lebih lanjut mengalami peristiwa pemecahan yang pada akhirnya membuatnya runtuh– pendapat-pendapat di komunitas ilmiah dalam hal ini terbagi," kata Luckman.</p><p>"Model kami menunjukkan itu akan menjadi kurang stabik, namun keruntuhan masa depan masih bertahun-tahun atau puluhan tahun kemudian," katanya sebagaimana dikutip kantor berita Reuters. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 22 Juni 2018 - 13:58 WIB

Kereta tambahan Lebaran disiagakan hingga 26 Juni

Amerika | 22 Juni 2018 - 13:45 WIB

Kremlin nantikan kunjungan ajudan Trump di Moskow

Pilkada Serentak 2018 | 22 Juni 2018 - 13:36 WIB

Emil dan Uu siapkan data hadapi debat ketiga

Aktual SDGs | 22 Juni 2018 - 13:34 WIB

Setiap tahun dunia kehilangan hutan hampir seluas pulau Jawa

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 13:12 WIB

KPK terima 798 laporan penerimaan gratifikasi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com