Senin, 18 Juni 2018 | 08:46 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Pemerintah usulkan penyertaan modal Rp2 triliun untuk KAI

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Pemerintah mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp2 triliun untuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Rp379,3 miliar untuk PT Djakarta Lloyd (Persero) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara - Perubahan 2017.</p><p>"Usulan alokasi PMN untuk KAI dalam bentuk tunai, sedangkan untuk Djakarta Lloyd dalam bentuk non-tunai," kata Sri Mulyani dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR di gedung parlemen, Jakarta, Kamis (13/7).</p><p>Dalam RDP yang dipimpin Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno itu, Sri Mulyani mewakili Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarni yang hingga kini masih mendapat penolakan untuk menghadiri rapat dengan Komisi VI DPR.</p><p>Menurut Sri Mulyani, usulan alokasi PMN untuk KAI dan Djakarta Lloyd terkait dengan pembahasan asumsi dasar APBN 2017 pada 12 Juli 2017.</p><p>Ia menjelaskan bahwa PMN tunai kepada KAI akan digunakan untuk menunjang kemampuan membangun sarana dan prasarana LRT Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek).</p><p>"Ini sudah dibahas dengan Menko Maritim Luhut Panjaitan yang menargetkan LRT Jabodebek selesai tahun 2018," kata Sri.</p><p>Namun, ia melanjutkan, karena keterbatasan belanja negara maka dilakukan kombinasi antara PMN KAI dengan belanja Kementerian Lembaga dalam pelaksanaan penyelesaian LRT.</p><p>Sementara PMN nontunai Rp379,3 miliar untuk Djakarta Lloyd diupayakan dari konversi utang (Subloan Agreement/SLA) menjadi ekuitas perusahaan.</p><p>Usul PMN yang disampaikan Sri Mulyani tersebut mendapat tanggapan beragam dari fraksi-fraksi di Komisi VI DPR, ada yang menolak, dan ada yang memberikan catatan usul PMN dibahas kembali dalam rapat berikutnya.</p><p>Anggota Komisi VI dari Fraksi PDIP Darmadi Durianto mengatakan pemerintah perlu lebih berhati-hati dalam memberikan setiap PMN ke badan usaha milik negara (BUMN).</p><p>"Belajar dari PMN yang diberikan kepada sejumlah BUMN pada tahun-tahun sebelumnya, banyak yang meleset dari target-target yang ditetapkan. Alokasi penggunaan dana PMN juga tidak sesuai dengan rencana bisnis," ujarnya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 18 Juni 2018 - 08:15 WIB

Loew akui Jerman bermain buruk saat hadapi Meksiko

Event | 18 Juni 2018 - 07:45 WIB

Jerman kalah 0-1 atas Meksiko

Event | 18 Juni 2018 - 07:34 WIB

Gol semata wayang Kolarov berikan Serbia poin penuh

Event | 18 Juni 2018 - 07:23 WIB

Rusia nilai Mesir ancaman terbesar penyisihan grup

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com