Selasa, 26 September 2017

Jokowi izinkan sertifikat tanah digadaikan untuk modal

Kamis, 13 Juli 2017 17:58

Ayo berbagi!

Provinsi Kaltim terdapat 2,7 juta bidang tanah. Dari jumlah itu baru sekitar 900 ribu (33 persen) pemegang sertifikat atau masih terdapat 1,8 juta bidang tanah yang belum tersertifikasi.

Presiden Jokowi mengatakan hampir seluruh daerah di Indonesia mayoritas bidang tanah belum miliki sertifikat.

“Saya terus kejar agar masyarakat bisa miliki Tolong kiri kanan diberi tahu ngurus sertifikat." katanya Kamis ini (13/7).

Dengan ini diharapkan tidak ada sengketa. Saya akan pantau terus,” kata Jokowi dalam sambutan penyerahan 1525 sertifikat masyarakat Kaltim dan Kaltara di gedung Dome Balikpapan.

Menurutnya semua negara dalam hal properti wajib memberikan sertifikat namun sayang di Indonesia hal ini terlambat puluhan tahun. Sehingga baru sekarang ini persoalan ini selesaikan secepat-cepatnya.

“Di Kaltim 33 persen secara umum di Indonsia sama. Nasioanal dari 136 juta bidang tanah baru 46 juta yang sertifikat. Ini pekerjaan besar untuk selesaikan,” ujarnya.

Jokowi menyebutkan Kaltim memiliki target pada tahun ini menyelesaikan 82 ribu sertifikat. “Ini pekerjaan siang malam harus dikerjakan,” ucapnya.

Dengan sertifikat menurut Jokowi menjadi tanda bukti hukum atas tanah. “Kalau sudah ada ini siapa yang berani yang klaim,” katanya.

Kepada warga Kaltimra, Jokowi berpesan agar sertifikat yang sudah dimiliki disimpan baik-baik dengan diberikan pelapis plastik dan di foto copy. Jokowi mempersilahkan warga untuk mengagunkan sertifikatnya sepanjang untuk kepentingan permodalan atau hal yang produktif.

“Ini mahal kalau tanah gede bisa miliar atau ratusan juta. Kalau mau dipakai untuk jaminan agunan silakan disekolah ke bank tapi hati-hati harus dikalkulasi, dihitung betul apakah bisa nyicil pokok dan bunga,” tuturnya dikutip dari wartaekonomi.

“Kalau pinjam dapat Rp300 juta lalu 150 beli mobil kan sisanya beli motor. Ini saya ingatkan jangan komsuntif. Jika pakai untuk investasi modal kerja nggak apa-apa kalau udah netes (usaha) ngak apa-apa dibelikan mobil. Kalau langsung beli ini mobil hati-hati bisa hilang sertifikat disita bank,” sambungnya berpesan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar