Minggu, 19 November 2017

Polisi selidiki hotel tempat temu penyelundup satu ton sabu di Anyer

Kamis, 13 Juli 2017 19:05

Ayo berbagi!

Polisi menyelidiki hotel tempat beberapa orang Taiwan yang menyelundupkan sabu-sabu dari Taiwan ke Indonesia bertemu di kawasan pantai Anyer, Banten.

Polisi hari ini menembak mati pengendali narkoba selundupan asal Taiwan bernama Lin Ming Hui, dan menangkap dua tersangka Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu dalam penggerebekan di Hotel Mandalika di Kampung Gudang Kopi, Anyer. Polisi masih memburu seorang lagi yang bernama Hsu Yung Li yang belum bisa ditangkap dalam operasi itu. Keempatnya merupakan warga Taiwan.

"Kami akan terus dalami dan kembangkan, termasuk pemilik Mandalika ini akan kami tanya kenapa bisa masuk ke sini," kata Kepala Polda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan di Anyer, Kamis (13/7), mengenai hotel yang katanya sudah lima tahun tidak beroperasi itu.

Iriawan mengatakan Polda Metro Jaya dan Polda Banten akan menyelidiki apakah hotel itu sering digunakan para penyelundup narkoba.

"Yang jelas kita analisa kenapa lima tahun tidak beroperasi kemudian juga dipakai apa hotel tersebut, apakah ada kaitan dengan pengelola hotel," kata mantan Kapolda Jawa Barat itu.

Lewat Laut

Kepolisian Indonesia bekerja sama dengan kepolisian Taiwan dalam mengungkap operasi para penjahat yang menyelundupkan satu ton shabu-shabu dari Taiwan ke Indonesia lewat laut itu.

"Itu hasil dari pengembangan TKP Jakarta. Kemudian kami melakukan penelusuran hasil kerja sama dengan Kepolisian Taiwan. Tadi malam kami dapat menangkap satu ton shabu. Saya ulangi, satu ton shabu dengan empat tersangka," kata Iriawan

"Nilai dari barang ini sekitar Rp1,5 triliun. Jadi berapa juta manusia bisa diselamatkan dari tertangkapnya shabu-shabu selundupan dari China ini," katanya.

Polisi menduga satu ton shabu-shabu yang sudah dibungkus dalam kemasan-kemasan saat ditemukan itu akan diedarkan ke wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Iriawan mengatakan para penyelundup berencana membawa shabu-shabu itu dari hotel menggunakan dua minibus.

Menurut dia, polisi telah memantau peredaran narkoba jaringan internasional itu sejak dua bulan lalu. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar