Minggu, 19 November 2017

100 tahun jadi ponpes khusus laki-laki, Qudsiyyah Kudus buka ponpes perempuan

Kamis, 13 Juli 2017 21:46

Foto: Sutini. Foto: Sutini.
Ayo berbagi!

Demi kesetaraan Gender, Pondok Pesantren (Ponpes) Qudsiyyah yang berlokasi dikawasan Masjid Menara Kudus Jawa Tengah akhirnya membuka Ponpes bagi perempuan. Hal ini dimaksudkan untuk memperluas pengabdian dibidang pendidikan yang dilakukan oleh Ponpes Qudsiyyah yang telah berdiri sejak 100 tahun lalu.

Sekretaris jenderal alumni Ponpes Qudsiyyah, Abdul Jalil mengatakan selama 100 tahun ini salah satu ponpes tertua di Kudus tersebut belum memenuhi aspek gender. Karena mengkhususkan diri mendidik santri laki-laki. Padahal dalam sejarah Kudus, ikon Kudus dipegang oleh peran perempuan. Sebagai ponpes yang mengusung filosofinya Sunan Kudus yakni "gusjigang" (bagus, pinter ngaji lan dagang) atau dalam bahasa Indonesianya diartikan sebagai rupawan, pandai mengaji dan berdagang. Ternyata ada yang tidak pas karena tidak adanya kesetaraan gender tersebut.

Dikatakannya, Untuk merubah image yang selama ini melekat maka mulai tahun ini, pihaknya bersepakat dengan para pengasuh untuk membuka ponpes perempuan (putri). "Kami mengerti tuntutan dari masyarakat yang meminta ada keseimbangan gender dalam dunia pesantren meski demikian kami akan tetap konsisten menjadi pesantren salaf", ujarnya seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Sutini. 

Ramainya permasalah terkait full day school, menurutnya tidak menjadi kendala pada sistem pendidikan yang ada di Ponpes sebab mereka telah menerapkan boarding school. "Kami terapkan sistem pembelajaran full day school selama 7 hari tidak hanya 5 hari", ucapnya.

Senada M Ihsan Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah menambahkan pada dasarnya mereka bermetamorfosis sesuai tuntutan zaman, sehingga dibukalah pesantren putri atau perempuan. mekanisme pembelajarannya juga tidak dibedakan antara santri laki-laki maupun perempuan. Sehingga ketika mereka lulus nantinya saat kembali kemasyarakat untuk mengamalkan ilmu keagamaan yang didapat.

Ditambahkan Ihsan, dengan upaya melakukan kesetaraan gender diharapkan dapat membuat ponpes yang telah melahirkan puluhan ribu santri tersebut lebih mampu berperan dalam dunia pendidikan Indonesia.

Sementara itu tahun ajaran baru ini pihak Qudsiyyah membuka jalur pendidikan formal untuk perempuan melalui Madrasah Tsanawiyah. Sedangkan untuk pendidikan laki-laki dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah sampai Madrasah Aliyah namun akan pula dibuka jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA).

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar