Rabu, 20 Juni 2018 | 22:10 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

"Aku Cinta Pada Kau, Tiongkok", Catatan Tentang Ilmuwan Huang Danian

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
<p>Huang Danian adalah ilmuwan strategis yang terkenal di dunia. Dengan memimpin 400 ilmuwan lainnya, ia telah menciptakan sejumlah "nomor satu" di Tiongkok. Pada tanggal 8 Januari tahun 2017, Huang Danian yang berusia 58 tahun meninggal dunia karena penyakit yang tertimpa selama bertahun-tahun. Pemimpin tertinggi serta sejumlah besar pembaca, pendengar dan pengunjung internet melukiskan kisahnya dengan kata "mengharukan". <p>Setelah tamat dari Institut Geologi Changchun, yang merupakan perguruan tinggi yang terkenal di daerah timur laut Tiongkok, Huang Danian melanjutkan studinya di Inggris dan memperoleh gelar doktor, kemudian ia diangkat menjadi Direktur Penelitian dan Pengembangan Perusahaan Geofisika Arkex, Universitas Cambridge Inggris. Namun pada puncak kariernya, Huang Danian memilih untuk kembali ke tanah air dengan meninggalkan kondisi meteri yang unggul di luar negeri. <p>Pada tahun 2009, setibanya di tanah air, Huang Danian menerjunkan diri ke dalam pekerjaan yang sibuk. Di dalam kantor Huang Danian di Universitas Jilin tampak sebuah papan catatan dengan jadwal pekerjaannya selama setahun, misalnya berdinas ke kota-kota Changchun, Beijing, Nanning, Chengdu dan London, nama kota tersebut memperlihatkan jejak Huang Danian yang sibuk dalam satu tahun. <p>Dengan membawa ilmu pengetahuan yang belajar di luar negeri, salah satu pekerjaannya yang utama ialah mengembangkan "teknik pengukuran gravitasi penerbangan dengan presisi yang tinggi" yang sangat diperlukan oleh negara, khususnya meneliti dan mengembangkan " alat gradiometer gravitasi penerbangan". Peralatan tersebut bagaikan sepasang "mata perspektif" yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi migas dan sumber pertambangan, juga dapat dimanfaatkan untuk kapal selam dalam penyerangan dan pertahanan. Profesor Yu Ping, salah seorang pembantu Huang Danian dari Institut Ilmu dan Teknik Survei Bumi Universitas Jilin mengatakan, di satu aspek, hal itu berkaitan dengan rencana negara dan kehidupan rakyat, di aspek lainnya berkaitan dengan keamanan dan pertahanan nasional, maka teknik tersebut dianggap sebagai teknik yang sangat diperlukan oleh negara. Kini, sejumlah kecil negara yang menguasai teknik tersebut yang dilarang diekspor ke Tiongkok. Sebelum Repelita ke-12, teknik tersebut tidak dikuasai sama sekali oleh Tiongkok. Setelah kembali ke tanah air, Huang Danian dengan mengorganisir berbagai lembaga yang beranggotakan ratusan ilmuwan untuk berpartisipasi dalam penelitian dan pengembangan program tersebut. Dapat dikatakan bahwa hanya dalam lima tahun saja, Tiongkok mempersingkat selisih dengan dunia selama 20 tahun baik di bidang kemampuan atau presisi dalam pengambilan data peralatan dan perlengkapan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 20 Juni 2018 - 21:59 WIB

Messi akan tebus kesalahan saat lawan Kroasia

Event | 20 Juni 2018 - 21:47 WIB

Panama nilai Belgia lebih berbahaya daripada Inggris

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:37 WIB

Simpang Gadog mulai lancar

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:28 WIB

Dishub awasi kapal cepat lebihi kapasitas

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:16 WIB

Kemenhub imbau maskapai dalam negeri akses penerbangan perintis

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:05 WIB

Kemenhub sambut positif pencabutan `EU Flight Ban`

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com