Senin, 20 November 2017

"Aku Cinta Pada Kau, Tiongkok", Catatan Tentang Ilmuwan Huang Danian

Kamis, 13 Juli 2017 22:30

Ayo berbagi!

Huang Danian adalah ilmuwan strategis yang terkenal di dunia. Dengan memimpin 400 ilmuwan lainnya, ia telah menciptakan sejumlah "nomor satu" di Tiongkok. Pada tanggal 8 Januari tahun 2017, Huang Danian yang berusia 58 tahun meninggal dunia karena penyakit yang tertimpa selama bertahun-tahun. Pemimpin tertinggi serta sejumlah besar pembaca, pendengar dan pengunjung internet melukiskan kisahnya dengan kata "mengharukan".

Setelah tamat dari Institut Geologi Changchun, yang merupakan perguruan tinggi yang terkenal di daerah timur laut Tiongkok, Huang Danian melanjutkan studinya di Inggris dan memperoleh gelar doktor, kemudian ia diangkat menjadi Direktur Penelitian dan Pengembangan Perusahaan Geofisika Arkex, Universitas Cambridge Inggris. Namun pada puncak kariernya, Huang Danian memilih untuk kembali ke tanah air dengan meninggalkan kondisi meteri yang unggul di luar negeri.

Pada tahun 2009, setibanya di tanah air, Huang Danian menerjunkan diri ke dalam pekerjaan yang sibuk. Di dalam kantor Huang Danian di Universitas Jilin tampak sebuah papan catatan dengan jadwal pekerjaannya selama setahun, misalnya berdinas ke kota-kota Changchun, Beijing, Nanning, Chengdu dan London, nama kota tersebut memperlihatkan jejak Huang Danian yang sibuk dalam satu tahun.

Dengan membawa ilmu pengetahuan yang belajar di luar negeri, salah satu pekerjaannya yang utama ialah mengembangkan "teknik pengukuran gravitasi penerbangan dengan presisi yang tinggi" yang sangat diperlukan oleh negara, khususnya meneliti dan mengembangkan " alat gradiometer gravitasi penerbangan". Peralatan tersebut bagaikan sepasang "mata perspektif" yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi migas dan sumber pertambangan, juga dapat dimanfaatkan untuk kapal selam dalam penyerangan dan pertahanan. Profesor Yu Ping, salah seorang pembantu Huang Danian dari Institut Ilmu dan Teknik Survei Bumi Universitas Jilin mengatakan, di satu aspek, hal itu berkaitan dengan rencana negara dan kehidupan rakyat, di aspek lainnya berkaitan dengan keamanan dan pertahanan nasional, maka teknik tersebut dianggap sebagai teknik yang sangat diperlukan oleh negara. Kini, sejumlah kecil negara yang menguasai teknik tersebut yang dilarang diekspor ke Tiongkok. Sebelum Repelita ke-12, teknik tersebut tidak dikuasai sama sekali oleh Tiongkok. Setelah kembali ke tanah air, Huang Danian dengan mengorganisir berbagai lembaga yang beranggotakan ratusan ilmuwan untuk berpartisipasi dalam penelitian dan pengembangan program tersebut. Dapat dikatakan bahwa hanya dalam lima tahun saja, Tiongkok mempersingkat selisih dengan dunia selama 20 tahun baik di bidang kemampuan atau presisi dalam pengambilan data peralatan dan perlengkapan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar