Selasa, 19 Juni 2018 | 07:48 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Kemenkes teliti gizi buruk Hulu Sungai Utara

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto: Ilustrasi elshinta.com
Foto: Ilustrasi elshinta.com
<p>Kementerian Kesehatan menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan melakukan penelitian penangan gizi buruk di Kabupaten Hulu Sungai Utara.</p><p> Staf Pengajar Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru, Dr Husaini, mengatakan terdapat tiga kabupaten/kota di Kalimantan Selatan yang diprioritaskan menjadi lokasi penelitian faktor risiko kejadian gizi buruk kronis (stunting).</p><p> "Hanya saja Kabupaten Hulu Sungai Utara yang dinilai memiliki program penurunan risiko stunting yang sangat bagus dan masuk akal sebagaimana yang ditunjuk Badan Kesehatan Dunia (WHO) sehingga kita tetapkan menjadi lokasi penelitian," kata Husaini di Amuntai, Kamis (13/7).</p><p> Husaini mengatakan untuk melakukan penelitian ini maka pihaknya membutuhkan bantuan jajaran kesehatan khususnya di 13 puskesmas, yang akan mendapatkan pelatihan teknik pengumpulan (enumerasi).</p><p> Pada pelatihan Enumerator di Aula Dinas Kesehatan (Dinkes) HSU Kamis, pihaknya mengundang petugas kesehatan dari 13 puskesmas di Hulu Sungai Utara dalam rangka melakukan penelitian stunting.</p><p> Asisten II Setda Hulu Sungai Utara Akhmad Rifaniansyah saat membuka pelatihan menyampaikan terima kasih kepada Kemenkes dan Fakultas Kedokteran Unlam Banjarbaru, yang menjadikan Kabupaten HSU sebagai tempat penelitian mengenai penanganan gizi buruk ini.</p><p> Menurut dia, pada awal 2016 daerah ini bersama Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Batola ditetapkan sebagai daerah dengan prevalensi gizi kurang, namun Pemkab Hulu Sungai Utara cukup berhasil dalam menurunkan angka gizi buruk tersebut.</p><p> "Semoga saja dengan adanya penelitian ini, bisa memberi masukan bagi pemerintah daerah agar kedepan lebih baik lagi, dalam penanganan kasus gizi buruk pada balita dan ibu hamil," katanya.</p><p> Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Hulu Sungai Utara Eddy Hadrianor mengatakan, Pemerintah Daerah HSU sudah menerbitkan Peraturan Daerah tentang upaya penurunan gizi buruk. </p><p> Upaya pencegahan juga dilakukan dengan menerjunlan petugas kesehatan melakukan pembinaan kepada pasangan yang baru menikah agar selalu menjaga kesehatan khususnya pada ibu hamil. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 18 Juni 2018 - 21:53 WIB

KPU RI ingatkan pakta integritas harus dilaksanakan

Asia Pasific | 18 Juni 2018 - 21:45 WIB

Beijing batasi kendaraan bermotor

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 21:26 WIB

90.000 kendaraan kembali lalui Jakarta-Cikampek

Bencana Alam | 18 Juni 2018 - 20:48 WIB

Warga ikut padamkan kebakaran hutan TNRAW

Kecelakaan | 18 Juni 2018 - 20:33 WIB

KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com