Kamis, 27 Juli 2017

Tips Aman Memanfaatkan Peta Digital Saat Berpergian

Jumat, 14 Juli 2017 16:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/tips-aman-memanfaatkan-peta-digital-saat-berpergian courtesy https://www.cermati.com/artikel/tips-aman-memanfaatkan-peta-digital-saat-berpergian
Ayo berbagi!

Rhandy, mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta, sedang berlibur bersama keluarganya ke Solo. Dari Solo dia bersama keluarganya hendak melanjutkan wisata ke Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, dengan mengendarai mobil pribadi.

Sebagai seorang anak muda yang selalu up-to-date dengan teknologi terkini, Rhandy menggunakan aplikasi peta (map) digital untuk penunjuk jalan karena aplikasi tersebut dirasa praktis dan dapat merekomendasikan jalur tercepat menuju lokasi.

Rhandy mempercayakan rute perjalanannya kepada peta digital. Ia dan keluarganya ingin cepat sampai di tujuan, dan sebenarnya ia memang tidak tahu jalan dan medan yang akan dihadapi. Alhasil, Rhandy bersama keluarganya diarahkan untuk memotong jalan melalui lereng gunung Merapi yang jalanannya berbatu dan sulit dilewati oleh mobil bukan tipe jeep.

Alih-alih cepat sampai, mereka justru harus menghabiskan waktu lebih lama. Hal ini karena mobil yang dikendarai tidak bisa berjalan di medan bebatuan hingga menimbulkan kemacetan panjang dari jeep yang mengantri di belakang. Beruntung warga sekitar yang terlatih mengemudi di medan seperti itu membatunya untuk keluar dari jalur tersebut.

Berangkat dari pengalaman Rhandy tersebut, ada pelajaran penting bagi kita semua saat menggunakan peta digital yang tak selalu tepat. Memang hadirnya peta digital sangat membantu untuk menunjukan rute perjalanan apabila Anda buta atau tidak mengetahui lokasi suatu tempat. Akan tetapi, ada kalanya penggunaannya bisa justru merepotkan si pengguna. Oleh karena itu, simak tips berikut agar Anda terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan saat menggunakan peta digital.

Baca Peta Sebelum Pergi

baca mapsbaca peta digital via shutterstock.com

Sehabis memasukkan alamat yang akan dituju melalui aplikasi peta digital di ponsel, ada baiknya jangan langsung meluncur menuju lokasi. Baca terlebih dahulu rute yang ditunjukan oleh aplikasi tersebut. Hal ini dilakukan agar Anda mengetahui akan diarahkan lewat mana perjalanan tersebut.

Pahami jalur yang direkomendasikan peta digital, ada berapa belokan dan melewati jalan apa saja agar ada gambaran. Lihat juga apakah itu jalan besar atau jalan kecil. Selain itu, perhatikan kondisi kemacetan jalan untuk mengantisipasi terjebak macet.

Jalanan macet biasanya akan ditandai dengan warna merah pada peta, sedangkan jalanan yang ramai lancar ditandakan dengan warna oren. Apabila jalan pada peta berwarna biru, maka sudah dipastikan bahwa jalan tersebut lancar.

Baca Juga: Malas Macet-Macetan Untuk Belanja Kebutuhan, Ini Solusinya

Gunakan Headset

Seumpama mengemudikan kendaraan seorang diri, usahakan untuk menggunakan headset, terlebih bagi pengendara motor. Pada umumnya, aplikasi peta digital akan memberikan arahan saat berkendara melalui perintah suara. Peta akan memberitahu kapan harus belok, belok ke arah mana dan harus masuk ke jalur yang mana.

Menggunakan headset saat menggunakan peta digital akan memudahkan membaca peta, sebab Anda tidak perlu lagi membaca peta saat berkendara, hanya perlu mendengar arahan. Hal tersebut juga dilakukan untuk mengindari kecelakaan karena konsentrasi yang terganggu.

Dibacakan Penumpang

berkendara dengan mapsBerkendara dengan maps via shutterstock.com

Beruntung jika Anda bepergian dengan teman atau setidaknya tidak sendirian. Mintalah bantuan kepada “penumpang” membacakan peta saat berkendara. Dengan begitu Anda akan lebih fokus untuk menyetir.

Cara ini adalah cara paling aman menggunakan peta digital. Namun, pastikan juga bahwa penumpang mengerti cara membaca peta digital. Jika tidak, maka Anda bisa saja tersasar.

Tanya Orang Sekitar

Apabila ragu atau sama sekali tidak paham akan daerah tujuan, tidak usah malu untuk bertanya kepada orang di jalan. Selagi di jalan, cobalah berhenti dan menanyakan arah jalan kepada pejalan kaki atau pedagang sekitar.

Cara klasik ini membuat Anda lebih yakin dan paham akan lokasi tujuan karena biasanya orang lebih mengetahui jalur umum untuk mencapai lokasi tujuan. Sedangkan, peta digital bisa saja menunjukan jalan alternatif yang jarang dilalui orang sehingga membuat bingung.

Hitung Jarak

jarak tempuhjarak tempuh via shutterstock.com

Perhatikan jarak tempuh dari lokasi Anda berada ke lokasi tujuan yang dikalkulasikan oleh peta digital. Hal ini dilakukan agar lokasi tujuan yang dimaksud benar dan tepat. Jika jarak yang tunjukan hingga ratusan kilometer padahal lokasi tujuan termasuk dekat berarti Anda salah memasukkan lokasi tujuan. 

Misalnya, lokasi Anda di Bendungan Hilir dan hendak pergi ke Kuningan Jakarta, akan tetapi jarak yang ditampilkan pada peta digital malah 252 Kilometer, padahal Bendungan Hilir dan Kuningan sama-sama terletak di Jakarta. Hal ini berarti Anda salah memasukan lokasi tujuan, mungkin Kuningan yang diinput merupakan Kuningan yang berada di Jawa Barat.

Oleh karena itu, memperhitungkan jarak tempuh amatlah penting, bila salah maka bisa saja tersasar dan ditujukan ke lokasi yang beda. Hal ini karena nama daerah atau jalan di Indonesia banyak yang sama.

Lihat Patokan atau Lihat Legenda

Dalam kasus semisal Anda mengetahui daerah lokasi tujuan, namun tidak tahu di mana tepatnya lokasi itu berada, maka ada baiknya melihat patokan atau legenda yang terdapat di peta digital. Pada umumnya, dalam maps menyediakan legenda-legenda yang memudahkan Anda membaca peta. Selain itu, perhatikan juga rambu penunjuk arah yang tersedia di jalan.

Misalnya, Anda ingin pergi ke Kota Tua dan tidak tahu jalan. Namun, setelah melihat peta digital tempat tersebut dekat dengan stasiun Jakarta Kota dan Anda mengetahui lokasi tersebut. Maka perhatikan patokan stasiun Jakarta Kota, berapa jauh dari Kota Tua dan kemana arah selanjutnya untuk memudahkan.

Gunakan Asuransi Sebagai Perlindungan

asuransi mobilasuransi mobil via shutterstock.com

Penggunaan peta digital sebagai alat penunjuk jalan belakang ini memang sangat membantu. Akan tetapi, disamping kepopuleran aplikasi ini, ada saja dampak negatif yang ditimbulkan. Misalnya kecelakaan akibat terganggunya konsentrasi saat mengemudi.

Oleh karena itu, untuk melindungi kendaraan selama perjalanan, tidak ada salahnya untuk menggunakan asuransi sebagai perlindungan. Maksudnya, untuk jaga-jaga terhadap hal yang tidak diinginkan selama perjalanan. Dengan asuransi, Anda pun merasa aman saat berkendara karena asuransi memberikan pertanggungan akan risiko yang berkemungkinan terjadi.

Baca Juga: Masih Menganggap Asuransi Mobil itu Remeh? Pahami Dulu Manfaatnya

Aplikasi Peta Digital yang Populer

Aplikasi peta digital banyak beredar di internet. Semuanya dapat Anda unduh dan pasang pada ponsel. Penggunaannya juga mudah tinggal masukan alamat tujuan maka Anda akan ditunjukan rute tercepat ke tempat tersebut. Dari semua itu, ada tiga aplikasi peta digital yang sangat popular penggunaanya di masyarakat. Simak ulasannya berikut.

Baca Juga: 5 Aplikasi Yang Mempermudah Kamu Mengelola Pengeluaran

1.Google Maps

google mapsgoogle maps via shutterstock.com

Google Maps merupakan aplikasi peta digital yang paling populer digunakan sebagai alat penunjuk jalan di seluruh dunia. Mulanya aplikasi ini dipernalkan ke publik tahun 2005. Tampilannya yang simpel membuat aplikasi besutan mesin pencari raksasa internet ini menjadi pilihan masyarakat.

Dengan Aplikasi Google Maps, Anda akan ditunjukan rute tercepat menuju lokasi tujuan. Kemacetan jalan juga bisa terdeteksi dengan aplikasi ini yang ditandai jalur warna merah. Uniknya, jika macet, maka Anda akan diarahkan ke jalan alternatif lain sehingga dapat terhindar dari macet.

2. Waze

waze mapswaze via shutterstock.com

Waze merupakan aplikasi peta digital yang interface nya sangat trendi dan banyak digunakan orang di berbagai penjuru dunia Aplikasi navigasi asal Israel ini memilki beragam fitur yang memudahkan pengguna selama perjalanan selain menunjukan rute ke lokasi tujuan.

Fitur yang terdapat dalam Waze sangatlah banyak, misalnya penanda macet, penanda adanya polisi atau kecelakaan di jalan, fitur otomatis untuk mencari warung kopi, pom bensin, rumah makan, hotel, rumah sakit, pusat perbelanjaan dan parkir terdekat.

Selain itu, penggunaan Waze juga mirip dengan sosial media. Anda dapat berkomunikasi dengan akun lainnya yang terhubung dengan Waze dan saling melaporkan keadaan jalan yang akan dilewati.

3. Apple Maps

apple mapsapple maps via shutterstock.com

Apple Maps merupakan aplikasi peta digital yang diusung oleh Apple. Sayangnya aplikasi ini hanya dapat dinikmati oleh pengguna iOS saja. Bagi para pengguna iPhone, iPod dan iPad, Apple Maps sudah otomatis langsung terpasang pada perangkat Anda.

Navigasi dari Apple Maps cukup akurat dalam menunjukan rute terbaik ke tempat tujuan. Desain tampilannya sangat simpel dan elegan khas Apple, membuat para penggunanya mudah dan paham dalam menggunakannya.

Tetap Hati-hati dalam Mengemudi dengan Peta Digital

Hadirnya aplikasi peta digital di era modern ini sangatlah membantu. Dengan aplikasi tersebut Anda tidak perlu lagi khawatir tidak tahu jalan atau kesasar saat ingin pergi ke suatu tempat. Sadari juga bila dibalik penggunaannya yang praktis, kehati-hatian juga sangat diperlukan dalam menggunakannya. Hal ini karena Anda harus tetap fokus saat mengemudi jangan sampai mengganggu konsentrasi. Jangan sampai bukannya dimudahkan, Anda malah disusahkan.

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar