Rabu, 20 Juni 2018 | 22:13 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Indonesia Ekstradisi Ahmad Zia Alizadah ke Australia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Salah satu perahu pengangkut pencari suaka dari Indonesia yang dicegat petugas perbatasan Australia.
(Courtesy: AustraliaPlus) Salah satu perahu pengangkut pencari suaka dari Indonesia yang dicegat petugas perbatasan Australia.
<p>Pemerintah Indonesia telah mengekstradisi warga Afghanistan Ahmad Zia Alizadah, yang dituduh menyelundupkan lebih 200 pencari suaka ke Australia. Dia akan diadili di negara itu.</p><p>Alizadah diekstradisi hari Kamis (13/7/2017), dan dituduh menerima lebih dari $ US2 juta (Rp 20 miliar) dari mereka yang bersedia melakukan perjalanan laut yang berbahaya.</p><p>Polisi Australia akan menuntut Alizadah mengkoordinasikan empat perjalanan perahu ilegal pada 1 Februari, 24 Februari, 7 Maret dan 12 Mei 2010.</p><p>Alizadah merupakan orang kesembilan yang diekstradisi dari Indonesia untuk menghadapi tuntutan penyelundupan manusia di Australia sejak 2009.</p><p>Dia ditangkap oleh polisi Indonesia pada 2015 namun ekstradisinya baru disetujui Presiden Joko Widodo bulan lalu.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>Menteri Imigrasi Australia Peter Dutton mengatakan Alizadah diyakini sebagai &quot;pemain penting&quot; dalam penyelundupan manusia ke Australia.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>Menteri Dutton menyatakan diperlukan waktu lama untuk mengekstradisi orang tersebut. Menurut dia, ada kerja sama yang erat antara polisi dan intelijen Indonesia dan Australia.</p><p>"Proses ekstradisi selalu memakan waktu, karena kedua negara harus bisa menerima proses dan kepastian dalam menghadapi gugatan hukum," kata Dutton kepada ABC.</p><p>Menteri Dutton mengatakan ekstradisi tersebut membuktikan bahwa "jalur maritim ilegal" ke Australia kini tertutup.</p><p>"Sudah lebih dari 1.000 hari sejak usaha penyelundupan manusia berhasil mencapai Australia," katanya.</p><h3>Penyelidikan lain</h3><p>Lebih dari 5.300 orang di 117 perahu telah menempuh perjalanan laut berbahaya ke Australia selama periode 2009-2010, saat dimana Alizadah diduga terlibat operasi.</p><p>Tercatat lebih dari 52.000 orang melakukan perjalanan laut untuk mencari suaka di Australia antara Juli 2008 dan Juli 2014, menurut data dari Perpustakaan Parlemen Australia.</p><p>Menteri Dutton mengatakan intelijen dan polisi kini menyelidiki operasi penyelundupan manusia lainnya.</p><p>"Ya, kami telah menghentikan kapal tapi ancamannya belum hilang," katanya kepada ABC.</p><p>"Mereka yang terlibat dalam usaha mengatur sindikat bersama-sama, yang mencoba menaikkan orang ke perahu, harus tahu bahwa jika kami dapat mengumpulkan cukup bukti, mereka akan ditangkap, diadili dan dihukum di pengadilan Australia," katanya.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>Menteri Dutton berterima kasih kepada pihak berwenang Indonesia karena telah menangkap dan menyetujui untuk mengekstradisi pria tersebut.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>"Pihak berwenang Indonesia baru-baru ini melakukan sejumlah penangkapan untuk pelanggaran penyelundupan manusia. Ini menunjukkan kontribusi besar Indonesia untuk memberantas perdagangan penyelundupan manusia," katanya.</p><p>"Australia menghargai dan mengapresiasi upaya Indonesia untuk menyeret penyelundup manusia ke meja hijau," katanya.</p><p>Diterbitkan Jumat 14 Juli 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel <a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-07-14/people-smuggling-accused-to-be-extradited-from-indonesia/8707038" target="_blank" title="">ABC News.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 20 Juni 2018 - 21:59 WIB

Messi akan tebus kesalahan saat lawan Kroasia

Event | 20 Juni 2018 - 21:47 WIB

Panama nilai Belgia lebih berbahaya daripada Inggris

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:37 WIB

Simpang Gadog mulai lancar

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:28 WIB

Dishub awasi kapal cepat lebihi kapasitas

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:16 WIB

Kemenhub imbau maskapai dalam negeri akses penerbangan perintis

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:05 WIB

Kemenhub sambut positif pencabutan `EU Flight Ban`

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com