Sabtu, 23 September 2017

Konflik di tubuh PPP

Mbah Moen: Kunci penyelesaian ada pada masing-masing pemimpin

Jumat, 14 Juli 2017 15:43

Ayo berbagi!

Konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus berlanjut. Djan Faridz dan Romahurmuziy masih saling mengklaim sebagai ketum PPP yang sah.

Menyikapi konflik tersebut, sesepuh PPP Maimun Zubair atau dikenal Mbah Moen menilai kunci permasalahan ini ada pada pemimpin masing-masing kubu. Bila mereka akur, Mbah Mun yakin dualisme akan berakhir.

"Saya yakin kalau semua pemimpinnya itu baik. Sampai bawah baik semua. Jadi pimpinan kalau semuanya sudah akur, sampai di bawah akur semua," kata Mbah Moen usai acara Halaqah Nasional Alim Ulama di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (13/7).

Saat ditanya soal kemungkinan adanya islah dari dua kepengurusan PPP, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang itu menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.

"Ya itu hanya Tuhan yang maha tahu (islah atau tidak)," ungkap Mbah Moen dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com. Jumat (14/7).

PPP kini memiliki dua kepengurusan, yakni pengurus hasil Muktamar Jakarta yang dipimpin Djan Faridz dan Muktamar Pondok Gede yang dipimpin Romahurmuziy.

Konflik ini sempat meruncing ketika pemerintah mengesahkan SK kepengurusan PPP kubu Romahurmuziy hasil Muktamar Surabaya. Kemudian, kubu Djan Faridz melayangkan gugatan dan menang.

Singkat cerita, pemerintah mencabut kembali SK tersebut. Dengan harapan kedua pengurus ini bisa islah dan bersatu. Kemudian, partai berlambang Ka'bah itu melakukan Muktamar Islah di Pondok Gede. Muktamar itu menghasilkan Romahurmuziy sebagai Ketum PPP. Namun, kubu Djan tak mengakui muktamar itu.

Djan bersikeras mengaku sebagai Ketum PPP dengan berpegangan pada putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA). Terbaru, kubu Romahurmuziy memenangkan gugatan perdata di MA atas sengketa di tubuh partai itu. Putusan itu tertuang dalam Putusan Peninjauan Kembali (PK) No. 79 PK/Pdt.Sus-Parpol/2016.

Romahurmiziy mengklaim keputusan itu telah menganulir putusan kasasi di MA, pada 2 November 2015, yang memenangkan kubu Djan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar