Jumat, 22 September 2017

Seleksi CPNS Ambon tunggu edaran Menpan

Sabtu, 15 Juli 2017 09:43

Foto: Ilustrasi Foto: Ilustrasi
Ayo berbagi!

Kepala Badan Kepegawaian Kota (BKK) Ambon Benny Selanno menyatakan pihaknya belum melaksanakan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) "Sampai saat ini kami belum melakukan seleksi penerimaan CPNS karena masih menunggu surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB). Apakah ada penerimaan atau tidak, sesuai kebutuhan yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon," katanya di Ambon, Maluku, Jumat (14/7).

Ia mengatakan, informasi yang berkembang di masyarakat saat ini Pemkot Ambon melakukan penerimaan CPNS tidak benar, karena sejauh ini pihaknya belum menerima surat resmi.

Menurut dia, akhir-akhir ini beredar informasi penerimaan CPNS di sejumlah media sosial tentang informasi penerimaan CPNS tahun 2017, bahkan sudah tertera jadwal pelaksanannya.

Beredarnya informasi penerimaan melalui portal-portal tidak resmi sudah berulang kali terjadi. Hal tersebut sengaja diembuskan oleh pihak-pihak tertentu yang bermaksud mengambil keuntungan pribadi "Informasi di media sosial itu tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, karena itu masyarkat jangan percaya atau terpancing dengan janji oknum tidak bertanggung jawab, apalagi dengan jalan membayar sejumlah uang untuk proses seleksi," katanya.

Benny menjelaskan, pihaknya telah mengajukan formasi CPNS kota Ambon sesuai kebutuhan, tetapi belum dapat diumumkan selama masih berupa wacana.

"Saya pasti akan memberikan pernyataan resmi terkait penerimaan CPNS, kita tentunya masih menunggu keputusan resmi barulah dilakukan pengumuman kepada masyarakat," ujarnya.

Seleksi CPNS akan dilalukan secara terbuka setelah Kemenpan memberikan jumlah formasi yang dibutuhkan, dan ditindaklanjuti dengan pengumuman kepada para pencari kerja di Ambon.

Tahapan perencanaan proses pendaftaran nantinya akan dilakukan secara "online" sehingga dapat diketahui oleh masyarakat.

"Kita upayakan proses pendafataran akan dilakukan secara online, sehingga jika ada masyarakat yang dijanjikan oleh pihak tertentu untuk menjadi ASN dapat diketahui karena seleuruh sistem dilakukan secara terbuka," katanya.

Ditambahkannya, setiap tahun Pemkot Ambon kehilangan kurang lebih 200 ASN yang memasuki masa pensiun, sehingga perlu mengajukan permintaan penambahan ke pemerintah pusat.

"Tahun 2017 kita telah mengusulkan formasi CPNS ke BKN dan Kemenpan-RB untuk dilakukan penambahan ASN baru, ini hanya proses menunggu waktu saja," tandas Benny. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar