Jumat, 24 November 2017

Liu Xiaobo dikremasi dalam upacara tertutup

Sabtu, 15 Juli 2017 14:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Aktivis Cina dan pemenang Nobel Perdamaian Liu Xiaobo telah dikremasi dalam upacara tertutup.

Liu, yang dijatuhi hukuman penjara 11 tahun karena "subversi", meninggal karena kanker hati pada Kamis.

Dia adalah pengritik dan pembangkang utama Cina.

Istrinya, Liu Xia, menjadi tahanan rumah sejak suaminya mendapat Penghargaan Nobel Perdamaian namun dia menghadiri pemakaman di Shenyang, kota di mana Liu dirawat karena kanker hati.

Pejabat mengatakan bahwa jasad Liu dikremasi "menurut adat setempat dan keinginan keluarganya".

Dia melaporkan bahwa Requiem karya Mozart diputar dalam upacara tersebut.

Foto yang dibagikan oleh pejabat setempat memperlihatkan Liu Xia dan pelayat lainnya berdiri di samping peti mati Liu yang terbuka, yang dikelilingi oleh bunga krisan putih, simbol duka di Cina.

Liu Xia terlihat sedih.

Pejabat yang sama mengatakan bahwa dia yakin Liu telah bebas, namun pengacara Liu, Jared Genser, membantah klaim ini dan mengatakan Liu tidak diizinkan berkomunikasi dengan orang lain sejak kematian suaminya.

"Dunia harus segera bergerak untuk menyelamatkannya - dengan cepat," katanya lewat sebuah pernyataan. Pada Jumat, komite yang memberi Penghargaan Nobel Perdamaian mengatakan mereka "sangat khawatir" akan kondisinya dan mendesak Cina untuk membebaskan Liu Xia.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar