Kamis, 21 September 2017

Turki memperingati setahun sejak upaya kudeta

Sabtu, 15 Juli 2017 18:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Berbagai acara akan digelar di Turki untuk memperingati setahun upaya kudeta yang gagal, yang menewaskan 260 orang dan melukai 2.196 orang.

Faksi militer berusaha merebut kekuasaan dari Presiden Recep Tayyip Erdogan namun upaya tersebut gagal.

Sejak kudeta, pemerintah telah memecat lebih dari 150.000 pegawai dari institusi negara dalam pembersihan yang masih terus berlanjut sampai malam peringatan setahun kudeta.

Pemerintah menolak kecaman, dan mengatakan mereka harus membersihkan pendukung kudeta.

Namun upaya pembersihan tersebut, selain juga 50.000 penahanan, telah menguatkan oposisi.

Kritik terhadap Erdogan mengatakan bahwa pemecatan tersebut adalah cara untuk membungkam perbedaan pendapat dalam politik, dan minggu lalu ratusan ribu orang berkumpul di Istanbul, di akhir aksi pawai keadilan sepanjang 450km untuk menentang pemerintah.

Inisiator acara tersebut, politisi oposisi Kemal Kilicdaroglu, mengecam kudeta namun mengatakan bahwa upaya yang dilakukan oleh Erdogan sejak kudeta mirip seperti 'kudeta kedua'.

Presiden mengumumkan bahwa mereka yang berpartisipasi dalam pawai keadilan tersebut mendukung terorisme.

Aksi-aksi besar berlangsung pada Sabtu, dan Presiden Erdogan akan berpidato di parlemen pada jam yang sama saat dibom.

Hari itu sudah dinyatakan sebagai libur tahunan.

Erdogan juga akan menghadiri aksi di Istanbul di jembatan yang menyeberangi Bosphorus, tempat warga mencegat tentara.

Pemerintah Turki menuduh gerakan pengikut setia ulama Fethullah Gulen yang melakukan plot untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Juli 2016 lalu.

Gulen, yang berada di Amerika Serikat, membantah keterlibatannya. Washington sejauh ini menolak tuntutan dari pemerintah Turki untuk mengekstradisi ulama itu.

Istanbul kini penuh dengan billboard raksasa yang memperingati setahun upaya kudeta dan poster yang menunjukkan orang-orang yang mencegat tentara pro-kudeta.

Menurut wartawan BBC Mark Lowen, ingatan akan upaya kudeta setahun lalu membelah negara itu. Sebagian melihatnya sebagai kelahiran kembali Turki, namun yang lain tidak melihatnya seperti itu.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar