Minggu, 24 September 2017

Fokal IMM Jateng:

Ormas anti-Pancasila ingkari konsensus bernegara

Sabtu, 15 Juli 2017 22:00

Foto : Istimewa. Foto : Istimewa.
Ayo berbagi!

Ketua Forum keluarga alumni Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (Fokal IMM) Jawa Tengah Farid Wajdi meminta kepada semua pihak untuk berkomitmen menjaga konsensus bernegara. Pancasila dan UUD 1945 merupakan konsensus negara (darul ahdi) dan pembuktian (wa Syahadah) semua elemen bangsa Indoensia. Pandangan itu muncul saat diskusi publik tentang penerbitan Perppu nomor 2 tahun 2017 tentang pembubaran ormas anti-Pancasila.

Fokal IMM, tegas Farid, meminta semua ormas yang menganut paham atheisme/marxisme, leninisme atau paham lain yang bertujuan mengganti Pancasila dan UUD 1945 berarti telah keluar dari konsensus bernegara. “Mengingkari kehidupan berbangsa dan bernegara di bumi Indonesia. Jaga ideologi Pancasila sebagai konsensus bersama, bila tafsirnya tidak berkeadilan akan ada riak yang mengarah kepada disintegrasi bangsa,” urai Farid, dalam rilisnya yang diterima Redaksi elshinta.com, Sabtu (14/7).

Lebih lanjut, Farid meminta pemerintah melakukan pembinaan terhadap ormas yang dinilai menganut sistem ideologi yang bukan Pancasila. Bahkan langkah hukum melalui pengadilan dinilai perlu untuk membuktikan ormas tersebut benar-benar melenceng. “Teguran dan tindakan hukum dengan tetap diproses dalam pengadilan tidak serta merta sepihak oleh pemerintah, dengan prinsip nahnu nahkumu bi dhawahir, pemberian hukum kepada seseorang atas dasar apa-apa yang nampak,” simpul Farid menyarikan hasil diskusi itu.

Dalam diskusi publik itu, Ketua PW Muhamadiyah, M Tafsir berpendapat bila terjadi masalah dengan keormasan yang terindikasi ingin mengubah Pancasila, pemerintah dapat melakukan pembinaan dengan proses memberi teguran dan tindakan hukum melalui pegadilan terhadap ormas tersebut.

Sebelumnya, Lembaga Persatuan Ormas Islam (LPOI) menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah menerbitkan Perppu no 2 tahun 2017 yang berisi tentang pembubaran ormas anti Pancasila. Berbagai organisasi itu antara lain: Nahdalatul Ulama Al-Irsyad Al-Islamiyah, Al Washliyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam (PERSIS), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Mathla'ul Anwar, Yayasan Az Zikra, Al-Ittihadiyah, Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Rabithah Alawiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Nahdlatul Wathan dan Himpunan Bina Mualaf Indonesia (HBMI).

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar