Selasa, 19 Juni 2018 | 04:03 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Peringatan setahun upaya kudeta Turki: Erdogan menyerukan 'bela bangsa'

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<figure> <img alt="turki" src="http://c.files.bbci.co.uk/12184/production/_96961147_peringatankudetaturkigettytigaerdogan.jpg" height="1050" width="700" /> <footer>Chris McGrath/Getty</footer> <figcaption>Erdogan mengatakan: &quot;Orang-orang pada malam itu tidak memiliki senjata api, mereka memiliki bendera dan yang lebih penting lagi, mereka memiliki keyakinan.&quot;</figcaption> </figure><p>Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menyampaikan pidato yang penuh emosional di hadapan puluhan ribu orang di Istanbul pada peringatan setahun kudeta yang gagal.</p><p>Erdogan mengatakan: &quot;Orang-orang pada malam itu tidak memiliki senjata api, mereka memiliki bendera dan yang lebih penting lagi, mereka memiliki keyakinan.&quot;</p><p>Dia menyatakan mendukung hukuman mati terhadap orang-orang yang berkomplot melakukan kudeta dan mengatakan mereka harus berseragam ala tahanan Guantanamo.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40618419">Turki memperingati setahun sejak upaya kudeta</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40581774">Erdogan: Tak masalah jika Uni Eropa tidak menerima keanggotaan Turki</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-39246941">Menteri Turki ditolak mendarat di Belanda, warga Turki gelar demo</a></li> </ul><p>Sekitar 250 orang tewas dan 2.196 orang terluka dalam upaya kudeta yang dilakukan faksi militer pada 15 Juli tahun lalu.</p><p>Sejak saat itulah, Pemerintah Turki telah memecat lebih dari 150.000 pegawai negeri, dengan alasan untuk menyingkirkan orang-orang yang mendukung kudeta.</p><figure> <img alt="turki" src="http://c.files.bbci.co.uk/5218/production/_96961012_7e04d574-065b-4fd3-9d77-df64bffcde9c.jpg" height="383" width="624" /> <footer>EPA</footer> <figcaption>Puluhan ribu warga Turki memadati jembatan Boshporus yang setahun lalu dijadikan lokasi menolak upaya kudeta.</figcaption> </figure><p>Tetapi para pengkritik mengatakan pemecatan itu, dan gelombang penangkapan terhadap 50.000 orang lainnya, merupakan upaya membungkam perbedaan pendapat.</p><p>Erdogan berpidato di hadapan puluhan ribu pendukungnya yang memadati jembatan di atas selat Bosphorus, sebuah lokasi yang dijadikan simbol saat warga sipil menghadapi tentara pendukung kudeta setahun lalu.</p><p>Dia berkata: &quot;Saya bersyukur kepada semua rakyat saya yang membela negara mereka.&quot;</p><p>Erdogan mengatakan 250 orang tewas dalam upaya kudeta itu, namun menurutnya negara Turki telah memenangkan masa depannya.</p><p>&quot;Kehadiran massa yang memenuhi jembatan pada malam itu ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka telah memegang kendali,&quot; katanya, dan kemudian diimbangi oleh &quot;jutaan orang lainnya yang turun ke jalan pada malam itu untuk mempertahankan kehormatan bangsanya&quot;.</p><p>Dia mengatakan bahwa dia akan &quot;mematahkan kepala para pengkhianat&quot; yang merencanakan kudeta tersebut.</p><figure> <img alt="turki" src="http://c.files.bbci.co.uk/AC54/production/_96961144_peringatankudetaturkigettydua.jpg" height="1277" width="1916" /> <footer>Sean Gallup/Getty</footer> <figcaption>Pendukung Erdogan yang memadati jembatan Martir di atas selat Bosphorus, Turki.</figcaption> </figure><p>Erdogan juga mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Perdana Menteri Binali Yildirim tentang komplotan kudeta tersebut. Dia mengatakan: &quot;Ketika mereka muncul di pengadilan, ayo kita tampilkan mereka dengan seragam ala Guantanamo.&quot;</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-39895798">Puluhan mantan karyawan bursa saham Turki ditangkap terkait kudeta gagal</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-39761114">Turki memecat lagi 4.000 pejabat publik dalam 'pembersihan' pasca-kudeta</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-39728505">Turki menskors 9.000 polisi terkait Fethullah Gulen</a></li> </ul><p>Di atas jembatan, Presiden kemudian memimpin doa bersama para 'martir bagi orang-orang yang tewas akibat upaya kudeta itu. Jembatan itu sendiri telah berganti nama menjadi Jembatan Martir sejak 15 Juli.</p><p>Usai berpidato di hadapan massa, Erdogan kembali ke Ankara untuk berbicara di gedung parlemen, yang setahun lalu menjadi salah-satu sasaran serangan oleh komplotan kudeta.</p><figure> <img alt="turki" src="http://c.files.bbci.co.uk/D364/production/_96961145_peringatankudetaturkigetty.jpg" height="1116" width="1681" /> <footer>Sean Gallup/Getty</footer> <figcaption>Puluhan ribu warga Turki memadati jembatan di atas selat Bosphorus yang setahun silam dijadikan lokasi simbol perlawanan terhadap upaya kudeta.</figcaption> </figure><p>Setelah itu, Presiden direncanakan meresmikan monumen korban kudeta di istana negara. Pemerintah juga telah menetapkan tanggal 15 Juli sebagai hari libur nasional. </p><p>Pemerintah Turki menuduh gerakan pengikut setia ulama Fethullah Gulen yang melakukan plot untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Juli 2016 lalu.</p><p>Gulen, yang berada di Amerika Serikat, membantah keterlibatannya. Washington sejauh ini menolak tuntutan dari pemerintah Turki untuk mengekstradisi ulama itu.</p><p>Menurut wartawan BBC Mark Lowen, ingatan akan upaya kudeta setahun lalu membelah negara itu. Sebagian melihatnya sebagai kelahiran kembali Turki, namun yang lain tidak melihatnya seperti itu.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 18 Juni 2018 - 21:53 WIB

KPU RI ingatkan pakta integritas harus dilaksanakan

Asia Pasific | 18 Juni 2018 - 21:45 WIB

Beijing batasi kendaraan bermotor

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 21:26 WIB

90.000 kendaraan kembali lalui Jakarta-Cikampek

Bencana Alam | 18 Juni 2018 - 20:48 WIB

Warga ikut padamkan kebakaran hutan TNRAW

Kecelakaan | 18 Juni 2018 - 20:33 WIB

KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com