Senin, 18 Juni 2018 | 08:41 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Tawarkan solusi, CEO Telegram kirim surel pada Kemkominfo

Kamis, 18 2015 - 07:20 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto: Antara
Foto: Antara
<p>CEO Telegram Pavel Durov menawarkan tiga solusi pada Kementerian Komunikasi dan Informatika atas keputusan memblokir sebelas Domain Name System (DNS) milik Telegram. </p><p>Dalam channel resmi di Telegram, Durov menyatakan banyak dari pengguna awal aplikasi tersebut berasal dari Indonesia, dan kini angka sudah mencapai jutaan.</p><p>Dia mengaku sangat menyukai Indonesia. Bahkan dia pernah beberapa kali berkunjung dan memiliki banyak teman di negeri ini.</p><p>"Jadi saya kecewa saat mendengar Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memblokir Telegram di Indonesia. Ternyata Kemenkominfo baru-baru ini mengirim surel pada kami berisi daftar channel publik yang isinya berkaitan dengan terorisme, dan tim kami tidak bisa memproses laporan itu secara cepat."</p><p>Dia menyayangkan adanya miskomunikasi karena tidak mengetahui permintaan tersebut dari Kemkominfo. Oleh karena itu, Durov ingin memperbaiki situasi dengan tiga solusi.</p><p>Pertama, pihaknya telah memblokir semua channel publik yang berhubungan dengan teroris yang sudah dilaporkan oleh Kemkominfo.</p><p>Kedua, pihak Telegram telah membalas surel Kemkominfo untuk menjalin komunikasi langsung agar kelak bisa lebih efisien dalam mengindentifikasi dan memblokir propaganda teroris.</p><p>Ketiga, Telegram membentuk tim moderator yang memahami bahasa dan budaya Indonesia agar bisa memproses laporan berkaitan dengan konten terorisme lebih cepat dan akurat.</p><p>Durov menegaskan Telegram sama sekali tidak berpihak pada teroris.</p><p>"Faktanya, setiap bulan kami memblokir ribuan channel publik dan melaporkan hasilnya di @isiswatch. Kami selalu mencoba lebih efisien dalam mencegah propagandan teroris dan selalu terbuka dengan ide baru agar bisa melakukannya lebih baik lagi."</p><p>Durov yakin propaganda teroris bisa ditumpas tanpa harus mengganggu jutaan pengguna Telegram lain di Indonesia, dia juga menunggu balasan dari Kemkominfo atas surel tersebut. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 18 Juni 2018 - 08:15 WIB

Loew akui Jerman bermain buruk saat hadapi Meksiko

Event | 18 Juni 2018 - 07:45 WIB

Jerman kalah 0-1 atas Meksiko

Event | 18 Juni 2018 - 07:34 WIB

Gol semata wayang Kolarov berikan Serbia poin penuh

Event | 18 Juni 2018 - 07:23 WIB

Rusia nilai Mesir ancaman terbesar penyisihan grup

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com