Kamis, 21 Juni 2018 | 04:08 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

KPK diminta umumkan nama-nama pengembali suap KTP-el

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto: Ilustrasi elshinta.com
Foto: Ilustrasi elshinta.com
<p>Komisi Pemberantasan Korupsi diminta mengumumkan nama-nama pengembali uang suap korupsi KTP elektronik juga segera menetapkan tersangka baru kasus proyek yang merugikan keuangan negara hingga triliunan rupiah itu.</p><p> "Kami mendesak KPK mengumumkan nama-nama yang mengembalikan uang suap korupsi e-KTP demi tegaknya rasa keadila dalam kasus itu," kata Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Lebak Roji Santani saat dihubungi di Lebak, Minggu (16/7).</p><p> Roji mengatakan masyarakat mempertanyakan lembaga KPK yang hingga kini merahasiakan nama-nama yang mengembalikan uang suap hasil kejahatan korupsi e-KTP.</p><p> Semestinya, kata dia, nama-nama yang terlibat tindak pidana korupsi tidak dirahasiakan karena mereka secara bersama-sama melakukan kejahatan uang negara.</p><p> Karena itu, pihaknya meminta KPK transparan dalam penanganan kasus korupsi e-KTP kepada masyarakat luas.</p><p> "Kami berharap KPK berani dan tidak takut adanya teror maupun intimidasi, karena negara kita berdasarkan negara hukum," katanya.</p><p> Menurut dia, pengembalian uang suap itu tidak secara otomatis kasus penanganan korupsi e-KTP dihentikan.</p><p> Namun, kasus suap tersebut tentu harus berlanjut untuk mengikuti proses hukum. Mereka sama-sama terlibat melakukan kejahatan korupsi.</p><p> Saat ini, penanganan kasus korupsi e-KTP diduga melibatkan anggota DPR karena mereka melakukan perlawanan dengan membentuk Pansus Hak Angket.</p><p> Selain itu juga ada upaya merevisi UU KPK dengan tujuan memperlemah penindakan kejahatan korupsi.</p><p> "Kami menduga jangan-jangan dari 14 nama yang mengembalikan uang suap itu terdapat anggota DPR," katanya.</p><p> Kasus korupsi e-KTP kini KPK telah menyita dan menerima uang Rp247 miliar dari mega proyek e-KTP yang mencapai Rp 5,9 triliun dengan taksiran kerugian negara sekitar Rp 2,3 triliun. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 20 Juni 2018 - 21:59 WIB

Messi akan tebus kesalahan saat lawan Kroasia

Event | 20 Juni 2018 - 21:47 WIB

Panama nilai Belgia lebih berbahaya daripada Inggris

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:37 WIB

Simpang Gadog mulai lancar

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:28 WIB

Dishub awasi kapal cepat lebihi kapasitas

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:16 WIB

Kemenhub imbau maskapai dalam negeri akses penerbangan perintis

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:05 WIB

Kemenhub sambut positif pencabutan `EU Flight Ban`

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com