Senin, 24 Juli 2017

Lima warga Boawae tewas tengelam di Pantai Marapokot

Minggu, 16 Juli 2017 13:16

Foto: Ilustrasi elshinta.com Foto: Ilustrasi elshinta.com
Ayo berbagi!

Sebanyak lima warga, Boawae, Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur tewas terseret gelombang di pantai Marapokot, Sabtu (15/7) petang.

"Ada lima korban yang tewas dalam peristiwa itu. Semua korban sudah ditemukan setelah tim SAR gabungan dikerahkan pemerintah Kabupaten Nagekeo untuk melakukan pencarian terhadap para korban hingga, Sabtu (15/7) malam," kata Kepala Pelaksana Penangulangan Bencana Daerah, Kabupaten Nagekeo, Bernabas Lambar dihubungi melalui telpon dari Kupang, Minggu (16/7).

Lambar mengatakan itu terkait bencana alam yang menyebabkan tewasnya lima warga Boawae, Kabupaten Nagekeo yang terseret arus gelombang laut di Pantai Marapokot.

Lima korban meninggal yaitu Intan Permata (15), Anil Fanja (16), Jamaludin (56), Fandhi (25) serta Asmawati (40).

Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika satu keluarga asal Boawae datang ke pantai Marapokot untuk berekreasi. Ketika hendak pulang salah satu korban bernama Intan Permata kembali ke laut untuk berenang, pada saat itu sedang terjadi gelombang dan angin kencang sehingga menyeret korban.

Melihat korban menghilang, salah satu anggota keluarga korban bernama Anil Fanja (16) langsung memberikan pertolongan namun korban ikut terseret gelombang laut pantai Marapokot yang sangat deras.

"Tiga keluarga korban yaitu Jamaludin, Fandhi dan Asmawati berusaha menolong kedua korban yang terseret gelombang, namun ketiganya juga turut terseret arus gelombang yang sangat deras," kata Lambar.

Ia menjelaskan, para korban semuanya telah ditemukan setelah melalui proses pencarian dilakukan tim SAR gabungan terdiri dari BPBD, Tagana, Satpol PP serta pemerintah dan masyarakat Desa Marapokot, hingga Sabtu (15/7) pukul 20.00 wita di pimpin langsung Wakil Bupati Nagekeo, Paulinus Yohanes Nuwa Veto.

Menurut dia, kelima korban yang meninggal dalam peristiwa itu akan dimakamkan Minggu (16/7) di Boawae.

Menurut dia, bencana alam yang menimpa kelima korban itu sebagai dampak terjadinya angin kencang yang memicu gelombang tinggi di wilayah pantai utara pulau Flores.

"Gelombang laut di pantai Marapokot mencapai 2 meter. Selama empat hari ini terjadi angin kencang di wilayah ini sehingga pemerintah Kabupaten Nagekeo, telah mengimbau warga untuk berhati-hati ketika beraktifitas di perairan utara Flores selama terjadinya angin kencang dan gelombang tinggi," kata Lembar. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar