Jumat, 21 Juli 2017

Polres Kudus gelar simulasi penanganan teroris di arena CFD

Minggu, 16 Juli 2017 15:13

Foto: Kontributor Elshinta, Sutini. Foto: Kontributor Elshinta, Sutini.
Ayo berbagi!

Puncak acara peringatan HUT Bhayangkara ke -71 Atau Policy Day digelar oleh Polres Kudus Jawa Tengah dikawasan Alun-alun Simpang Tujuh minggu (16/7) dengan pameran kepolisian dari semua satuan. Baik itu satuan lalu lintas, satuan shabara maupun lainnya.

Kontributor Elshinta, Sutini melaporkan, dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan simulasi penanganan teroris yang melakukan aksi bom bunuh diri ditengah-tengah keramaian warga Kudus yang sedang menikmati hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD).

Warga yang sedang berolahraga maupun bersantai menikmati kuliner yang dikejutkan suara ledakan keras diantara kerumunan massa. Sehingga tampak beberapa korban berjatuhan termasuk personel satuan lalu lintas yang dilokasi.

Bom bunuh diri diledakan seorang pelaku yang menyeruak masuk diantara warga yang berkerumun. Inilah cuplikan simulasi penanganan teroris yang dilakukan oleh tim Polres Kudus.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan kegiatan pameran kepolisian merupakan rangkaian puncak peringatan HUT Bhayangkara Ke-71 dimana selain pameran di stand-stand seperti pameran alat-alat keselamatan, pameran senjata juga diperagakan simulasi penanganan aksi terorisme.

Dimana simulasi tersebut dimaksudkan agar polisi maupun masyarakat mengetahui langkah-langkah yang dilakukan jika terjadi aksi bom bunuh diri.

Kapolres menjelaskan ada tiga cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat yakni melaporkan keaparat kepolisian, menjauhi tempat kejadian perkara (TKP) dan juga menjauhi benda yang dianggap mencurigakan sampai polisi datang ke lokasi.

"Masyarakat tidak perlu takut akan aksi teror tetapi harus dilawan bersama-sama", pintanya.

Dikatakan, dalam simulasi pihaknya mengerahkan semua tim untuk menanggani aksi teror sehingga banyak diantara warga yang kaget dan berlarian menjauh apalagi tim jihandak, inafis dan tim resmob datang kelokasi dengan sigap mengamankan TKP.

Namun, setelah melihat proses penangganan cepat yang dilakukan oleh aparat kepolisian, masyarakat yang mengerumuni TKP diajak memahami tata cara untuk menanggani kasus bom bunuh diri. Sehingga pada saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mereka mengetahui yang harus dilakukan sehingga tidak panik.

Selain itu, salah satu warga Kudus, Khoyin mengaku kaget ketika ada ledakan apalagi banyak polisi mengunakan mobil datang ke lokasi dan terlihat ada korban. Dirinya yang awalnya berjualan berlari mendekat untuk mengetahui apa yang terjadi, ia mengira ada aksi bom bunuh diri. ternyata setelah diikuti merupakan simulasi penanganan teroris.

Sementara itu dalam policy day kali ini, masyarakat Kudus diajak pula tidak takut polisi. Sehingga masyarakat terutama anak-anak diberikan kesempatan naik mobil dan motor besar patwal dimana animo masyarakat cukup tinggi bahkan anak-anak terlihat mengantri untuk diajak keliling jalur diseputaran alun-alun simpang tujuh. Rangkaian acara ditutup dengan tari maumere dan nyanyi bersama.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar