Kamis, 21 Juni 2018 | 08:08 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Kemenperin: Industri perhiasan lokal gandeng perusahaan arloji Swiss

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto berbincang dengan Menteri Ekonomi Pendidikan dan Riset Swiss Johann N. Schneider-Ammann di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 14 Juli 2017. Indonesia dan Swiss berkomitmen melakukan kerja sama di sektor in
Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto berbincang dengan Menteri Ekonomi Pendidikan dan Riset Swiss Johann N. Schneider-Ammann di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 14 Juli 2017. Indonesia dan Swiss berkomitmen melakukan kerja sama di sektor in
<p>Kementerian Perindustrian mendorong kerja sama bisnis antara industri perhiasan dalam negeri dengan perusahaan jam tangan asal Swiss, di mana hal ini diharapkan semakin memperluas akses pasar produk lokal ke kancah global sehingga meningkatkan devisa negara.</p><p>“Dari mereka ada yang mewakili asosiasi industri jam, yang mengatakan sedang butuh banyak batu mulia, emas, dan perak berkualitas,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui siaran pers di Jakarta, Minggu (16/7).</p><p>Airlangga menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan Menteri Ekonomi, Pendidikan dan Riset Swiss Johann N. Schneider-Ammann beserta delegasinya.</p><p>Airlangga menjelaskan, industri perhiasan dalam negeri telah mampu bersaing di pasar internasional dengan desain dan produknya yang berkualitas unggul. </p><p>Hal ini terlihat dari nilai ekspor produk perhiasan Indonesia ke dunia pada periode 2011-2016, yang menunjukkan tren peningkatan sebesar 16,85 persen dengan nilai ekspor tahun 2011 sebesar USD2,59 miliar menjadi 5,34 miliar dollar AS pada 2016</p><p>“Industri perhiasan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Sektor ini akan kami terus pacu pengembangannya karena padat karya berorientasi ekspor dan mempunyai daya saing yang kuat,” paparnya.</p><p>Berdasarkan data 2015, jumlah unit industri perhiasan dan aksesoris di dalam negeri mencapai 36.636 perusahaan dengan nilai produksi sebesar Rp10,45 triliun. Sektor ini menyerap tenaga kerja sebanyak 43.348 orang dan menghasilkan devisa melalui ekspor sebesar 3,31 miliar dollar AS.</p><p>Oleh karena itu, Airlangga menyampaikan, pihaknya segera memfasilitasi penguatan kerja sama ekonomi kedua belah pihak ini karena akan berdampak positif bagi pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri. Pasalnya, industri perhiasan didominasi oleh sektor IKM yang tersebar di berbagai sentra pengrajin di Indonesia.</p><p>“Tentunya kami sangat menyambut baik adanya peluang kemitraan bilateral ini yang akan membawa keuntungan bagi kedua negara,” tegas Airlangga. </p><p>Selain sepakat dalam upaya pengembangan sektor industri, Indonesia dan Swiss juga tengah menjalin kerja sama di bidang pendidikan vokasi dan replikasi pembangunan politeknik di beberapa kota.</p><p>“Misalnya, politeknik di Morowali, Bantaeng, Batulicin dan Semarang. Jenis kompetensi tekniknya akan kami sesuaikan dengan fokus pengembangan di kawasan industri setempat,” lanjut Airlangga.</p><p>Pusdiklat Industri dan State Secretariate of Economic Affairs of Switzerland (SECO) menargetkan pembentukan delapan politeknik atau akademi komunitas industri baru hingga tahun 2019.</p><p>Airlangga menyebutkan, poin lain dari hasil pertemuan dengan delegasi Swiss, yakni mereka membahas serius terkait penerapan pasal dalam Undang-Undang tentang Hak Cipta yang menyebutkan bahwa pemegang paten wajib melakukan produksi atau menggunakan proses di wilayah Indonesia.</p><p>“Mereka juga membahas mengenai kepastian dalam bentuk perjanjian investasi,” imbuhnya. </p><p>Kemudian, pada dialog tersebut, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia ingin mempercepat negosiasi dalam perundingan Indonesia - European Free Trade Association-Comprehensive Economic Partnership Agreement (EFTA-CEPA). </p><p>“Sekarang sudah memasuki tahapan perundingan ke-13 dari target 17 putaran,” ungkapnya.</p><p>Menperin berharap, dari hasil pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Pendidikan dan Riset Swiss Johann N. Schneider-Ammann beserta delegasinya, kerja sama Indonesia-Swiss yang akan dijalin dapat tercapai. </p><p>"Apalagi, tambahnya, BapakPresiden Joko Widodo pada Oktober nanti rencananya berkunjung ke Swiss, diharapkan apa yang sudah kami bahas ini dapat memiliki kemajuan yang berarti dan strategis bagi kedua negara,” tuturnya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 21 Juni 2018 - 07:58 WIB

14 TPS disediakan bagi warga Lapas di Pilkada Riau

Pendidikan | 21 Juni 2018 - 07:49 WIB

Orang tua tak perlu khawatir PPDB sistem zonasi

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 07:17 WIB

Jumlah penumpang di Bandara Lombok meningkat

Event | 21 Juni 2018 - 06:59 WIB

FIFA denda Federasi Meksiko dan Serbia

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com