Jumat, 24 November 2017

Delapan orang tewas tertimpa dinding stadion yang runtuh

Minggu, 16 Juli 2017 17:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
senegal
AFP/GETTY IMAGES
Kejadian diawali bentrokan antara dua suporter yang kemudian ditanggapi aparat polisi dengan menggunakan gas air mata.

Delapan orang tewas dan setidaknya 49 orang lainnya terluka akibat tertimpa dinding pembatas stadion yang runtuh di Senegal.

Insiden ini terjadi di stadion Demba Diop di ibukota Senegal, Dakar, di penghujung partai final Piala Liga antara klub Stade de Mbour dan Union Sportive Ouakam.

Kejadian diawali bentrokan antara dua suporter yang kemudian ditanggapi aparat polisi dengan menggunakan gas air mata.

Tindakan aparat kepolisian ini membuat suporter kedua tim mengalami kepanikan, dan berusaha menyelamatkan diri, dan berujung kepada runtuhnya dinding stadion.

Sejumlah suporter juga melempar benda-benda keras, termasuk batu, ke arah suporter pihak lawannya.

Beberapa foto yang beredar di media sosial memperlihatkan orang-orang berebut naik ke atas dinding pemisah stadion ketika gas air mata ditembakkan aparat kepolisian.

senegal
AFP/GETTY IMAGES
Saat perpanjangan waktu, ketika Stade de Mbour membobol gawang lawannya dan menang 2-1, bentrokan kemudian pecah.

Kantor berita lokal APS melaporkan sejumlah mobil ambulans dan petugas pemadam kebakaran berada di tempat kejadian.

Setelah 90 menit, laga berakhir dengan skor 1-1, tetapi di perpanjangan waktu Stade de Mbour membobol gawang lawannya dan menang 2-1. Dan pada menit-menit itulah ketika wasit meniup tanda laga berakhir, bentrokan kemudian pecah.

Seorang penonton, Cheikh Maba Diop, yang temannya meninggal dalam insiden dan ikut membantu memindahkan korban terluka keluar dari stadion, mengatakan kepada kantor berita AFP: "Tiba-tiba dinding runtuh ... kami tahu persis beberapa dari kami sendiri telah kehilangan nyawa karena dinding itu langsung menimpa kami."

Juru bicara Pemerintah Senegal, Macky Sall mengatakan untuk menghormati korban yang meninggal dan terluka, pihaknya menunda kampanye pemilu presiden pada hari Minggu (16/07).

Mereka juga menyatakan seharusnya ada yang dihukum atas insiden runtuhnya dinding stadion yang menewaskan delapan orang ini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar