Selasa, 26 September 2017

Dua TKW asal Cianjur tidak diketahui keberadaanya

Minggu, 16 Juli 2017 20:17

Foto: Ilustrasi Foto: Ilustrasi
Ayo berbagi!

Dua orang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cianjur, Jawa Barat, sejak enam tahun terakhir hilang kontak dan tidak diketahui keberadaanya, namun pihak keluarga berharap keduanya dapat pulang ke kampung halaman dengan selamat.

Kedua TKW tersebut, Nia Nuraeni (23) warga Kecamatan Bojongpicung dan Siti Munawaroh (23) warga Kecamatan Karangtengah, berangkat tahun 2011 melalui sponsor lokal di Cianjur.

Sejak tidak mendapat kabar dari keduanya, pihak keluarga terus berusaha mencari informasi hingga akhirnya melaporkan diri ke LSM Astakira yang bergerak dibidang buruh migran, dengan harapan dapat mencari keberadaan Nia dan Siti.

Ucih (45) orangtua Nia, pada wartawan, Minggu (16/7), menjelaskan, anak pertamanya itu berangkat ke Saudi Arabia melalui sponsor lokal di Cianjur, selama enam bulan berada di negara orang, Nia sempat memberikan kabar dan berkirim uang untuk keluarga.

Setelah itu, pihak keluarga tidak pernah mendapat kabar keberadaan Nia yang seperti hilang ditelan bumi. Pihak keluarga sempat mencari informasi melalui sponsor yang meberangkatkanya, namun pihak sponsorpun tidak dapat memberikan informasi hingga saat ini.

"Enam tahun kami mencari keberadaan anak kami, dia berangkat menjadi TKW dengan niat membantu ekonomi keluarga yang pas-pasan. Sejak berangkat hingga enam bulan lamanya, Nia selalu memberikan kabar dan berkirim uang, setelah itu kami tidak pernah mengetahui keberadaanya," kata ibu kandung Nia itu.

Dia mengharapkan ada titik terang mengenai keberadaan anaknya karena dia merasa yakin anaknya itu masih hidup dan segera dipulangkan ke Indonesia agar dapat berkumpul kembali bersama keluarga.

Hal yang sama diharapkan Olib (51) ayah kandung Siti Munawaroh, sejak enam tahun yang lalu anaknya berangkat ke Saudi Arabia, sudah hilang kontak hingga saat ini."Siti tidak pernah memberikan kabar sejak berangkat hingga saat ini, kami berharap mendapat kabar keberadaanya," katanya.

Ketua Astakira, Hendri Prayodi yang mendapat laporan dari keluarga dua orang TKW itu, mengatakan pihaknya akan melakukan langkah pengumpulan dokumen mengenai keduanya yang dilaporkan pihak keluarga hilang kontak sejak enam tahun yang lalu.

"Kami akan mengecek paspor kedua TKW tersebut ke Imigrasi, selanjutnya kami akan melaporkan kasus ini ke BNP2TKI dan Kemenlu untuk mendapat keterangan keberadaan mereka,"katanya.

Dia menuturkan, sejak beberapa bulan terakhir, ppihaknya mendapat tujuh laporan terkait permasalah TKW salah satunya yang berharap dapat pulang ke kampung halamanya di Cianjur.

"Seorang diantaranya berhasil kami pulangkan atas nama Sriwati warga Kecamatan Bojongpicung, yang juga melaporkan haknya selam dua tahun bekerja tidak dibayarkan majikannya. Untuk kasus TKW yang hilang kami akan berusaha semaksimal mungkin," katanya. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar