Minggu, 24 September 2017

PM Israel kenang korban deportasi massal Yahudi dari Prancis

Senin, 17 Juli 2017 00:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri peringatan korban massal penangkapan orang-orang Yahudi ketika Prancis dikuasai oleh Nazi pada 1942.

Dalam peristiwa itu, lebih dari 13.000 orang Yahudi ditangkap dan ditahan di stadion balapan sepeda Velodrome d'Hiver di dekat Menara Eiffel, sebelum mereka dideportasi ke kamp-kamp kematian Nazi. Sekitar 4.000 di antara mereka adalah anak-anak.

Netanyahu tercatat sebagai perdana menteri Israel pertama yang menghadiri peringatan yang dikenal dengan nama Vel d'Hiv.

"Saya berada di sini untuk mengenang para korban," kata Netanyahu dalam acara yang digelar di Paris pada Minggu (16/07). Di antara yang hadir dalam acara itu adalah kelompok-kelompok Yahudi dan penyintas Holokos.

"Tujuh puluh lima tahun lalu, kegelapan menyelimuti kota ini... Tampaknya prinsip-prinsip revolusi Prancis - persamaan, persaudaraan, kebebasan - dihancurkan secara brutal atas nama anti-Semitisme," tambah PM Netanyahu.

Isu Palestina-Israel

Setelah upacara peringatan, Netanyahu mengadakan pertemuan langsung pertama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Di antara sejumlah hal yang dibicarakan adalah masalah keamanan dan upaya memerangi ekstremisme.

Dalam jumpa pers bersama, Benjamin Netanyahu menyampaikan terima kasih kepada Macron karena presiden Prancis itu menggarisbawahi bahwa anti-Zionism merupakan bentuk anti-Semitisme.

Dikatakannya seseorang tak bisa mengaku ia tidak anti-Yahudi jika ia berpenderian bahwa Israel harus dihancurkan.

Sementara itu, Presiden Macron menyerukan agar perundingan damai antara Israel dan Palestina dilanjutkan.

"Oleh karena itu, saya menyerukan agar dilanjutkan perundingan antara Israel dan Palestina dengan kerangka solusi dua negara, Israel dan Palestina hidup berdampingan dengan batas-batas yang aman dan diakui dan ibukotanya di Jerusalem.

"Inilah garis diplomasi yang ditempuh Prancis secara terus menerus. Prancis siap mendukung seluruh upaya diplomatik untuk mewujudkan tujuan itu berdasarkan garis batas yang diakui oleh masyarakat internasional," tegasnya.

Presiden Macron bertemu dengan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas di Paris awal bulan ini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar