Selasa, 19 Juni 2018 | 07:49 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Harga elpiji 3 kg di Karawang lebihi HET

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
<p>Forum Perlindungan Konsumen Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyatakan, gas elpiji bersubsidi tiga kilogram di Karawang banyak yang dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET).<br></p><p>"Pendistribusian elpiji bersubsidi nyaris tidak terkontrol oleh pemerintah kabupaten, Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas), serta Pertamina," kata Ketua Forum Perlindungan Konsumen setempat Eddy Djunaedy, di Karawang, Minggu (16/7).</p><p>HET elpiji tiga kilogram yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang sebenarnya mencapai Rp16.000 per tabung. Tetapi di lapangan, tidak ada konsumen atau masyarakat miskin yang membeli elpiji tiga kilogram sesuai dengan harga eceran yang telah ditetapkan itu. </p><p>"Di Karawang, konsumen harus membeli elpiji tiga kilogram Rp20.000-25.000 per tabung. Bahkan di waktu tertentu, saat terjadi kelangkaan elpiji tiga kilogram, masyarakat harus membeli dengan harga tinggi, Rp29.000-30.000 per tabung," sebutnya. </p><p>Ia mengatakan, Pemkab Karawang, Hiswana Migas, dan pihak Pertamina harus bertanggung jawab atas tingginya harga pembelian elpiji tiga kilogram. </p><p>Mereka harus bertanggungjawab mengembalikan hak konsumen, yakni mendapatkan elpiji bersubsidi tiga kilogram sesuai dengan HET. </p><p>"Tentunya ini berkaitan dengan lemahnya pengawasan pihak Pemkab, Pertamina dan Hiswana Migas. Jika pengawasannya bagus, tentu tidak akan ada penjualan elpiji bersubsidi di atas HET," tandas Eddy. </p><p>Fungsi pengawasan pendistribusian elpiji bersubsidi tiga kilogram selama ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga regulasi Mendagri dan Menteri ESDM yang menghasilkan HET di tingkat konsumen tidak pernah berjalan di lapangan. </p><p>Sementara itu, pada tahun ini, pemerintah berencana menambah alokasi belanja subsidi elpiji 3 kilogram menjadi Rp40,5 triliun dari sebelumnya Rp22 triliun. </p><p>Penambahan subsidi itu dinilai hanya akan menguntungkan oknum-oknum tertentu. Sedangkan masyarakat yang berhak tetap saja tidak merasa menikmati subsidi tersebut. (Ant) </p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 18 Juni 2018 - 21:53 WIB

KPU RI ingatkan pakta integritas harus dilaksanakan

Asia Pasific | 18 Juni 2018 - 21:45 WIB

Beijing batasi kendaraan bermotor

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 21:26 WIB

90.000 kendaraan kembali lalui Jakarta-Cikampek

Bencana Alam | 18 Juni 2018 - 20:48 WIB

Warga ikut padamkan kebakaran hutan TNRAW

Kecelakaan | 18 Juni 2018 - 20:33 WIB

KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com