Jumat, 24 November 2017

Mengenal Tes Untuk Mendapat Kewarganegaraan Australia

Senin, 17 Juli 2017 07:38

Ayo berbagi!

Setengah penduduk Australia dilahirkan di luar negeri. Sistem kewarganegaraan Australia baru diperkenalkan sekitar tahun 1948, meski masih harus tunduk pada aturan Inggris hingga tahun 1984.

Sejak rangkaian serangan dan aksi teror yang terjadi di tahun 2000-an, termasuk peristiwa 11 September di New York, Amerika Serikat hingga Bom Bali, membuat pemerintah Australia menerapkan tes, sebagai syarat bagi mereka yang ingin mendapat kewarganegaraan.

Mulai dari pemerintahan dibawah John Howard hingga Malcolm Turnbull yang berkuasa saat ini, tes kewarganegaraan telah mengalami banyak revisi.

Tahun 2017, rencana perubahan pada tes kewarganegaraan yang digagas PM Malcolm Turnbull mendapat banyak kritikan, karena dianggap lebih sulit.

Bulan April lalu, PM Turnbull mengatakan perubahan pada tes kewarganegaraan ini akan menciptakan "Australia yang lebih kuat, warga negara yang lebih tangguh."

Skip YouTube Video

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

YOUTUBE: Tes Kewarganegaraan Australia

Dalam perubahan tes kewarganegaraan yang diajukan tersebut diantaranya, mereka yang ingin jadi warga negara harus menunjukkan telah berintegrasi dengan masyarakat dan nilai-nilai Australia.

"Menjadi anggota keluarga Australia adalah hak istimewa dan harus diberikan kepada mereka yang mendukung nilai-nilai kita, menghormati hukum kita, dan ingin bekerja keras dengan berintegrasi dan berkontribusi pada Australia yang lebih baik lagi," tegas PM Turnbull.

Tak hanya itu, mereka yang hendak 'melamar' jadi warga negara Australia juga perlu memiliki kemampuan berbahasa Inggris, yang menurut sebagian pihak sama sulitnya dengan tes bahasa Inggris untuk belajar di Australia.

"Australia mungkin memiliki tes bahasa yang paling ketat untuk syarat kewarganegaraan di manapun di dunia ini," kata Profesor Ian McNamara dari University of Melbourne, yang meneliti tes bahasa Inggris untuk imigrasi dan kewarganegaraan.

Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris sebagai syarat menjadi warga di negara-negara Eropa tidak setinggi di Australia, yakni dikisaran nilai IELTS band 4 atau 5.

Sayangnya, pemerintah Australia dianggap tidak menyediakan fasilitas atau program yang memadai untuk membantu para migran mengembangkan kemampuan bahasa Inggris mereka, seperti yang diutarakan sejumlah kelompok hak asasi manusia di Australia.

Akankah uji kewarganegaraan Australia yang lebih ketat ini akan membawa Australia menjadi negara yang lebih baik? Simak videonya disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar