Jumat, 22 Juni 2018 | 14:29 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Mahasiswa berkebutuhan khusus bisa jadi korban bully, ini sebabnya

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Foto: Screenshoot video via instagram @thenewbikingregetan
Foto: Screenshoot video via instagram @thenewbikingregetan
<p>Aksi bully kembali terjadi. Kali ini korbannya diketahui merupakan mahasiswa berkebutuhan khusus. Mengapa kejadian ini bahkan bisa terjadi pada seorang mahasiswa?</p><p>Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am Sholeh menilai tindakan bullying ini sebagai pertanda rendahnya sensitivitas dan empati di kalangan pelajar. </p><p>"Perlakuan itu menunjukkan rendahnya sensitivitas, takut prinsip kesetaraan," ujar dia kepada Antara News dalam pesan eletroniknya, Senin (17/7). </p><p>Asrorun berpendapat perlunya empati dalam membangun persahabatan disertai semangat kesetaraan dan antidiskriminasi. </p><p>"Perlu diasah terus melalui pendidikan karakter. Inilah PR besar dalam upaya revolusi mental. Di samping itu,  juga soal literasi penggunaan media sosial," kata dia. </p><p>Pendidikan karakter yang dibarengi pendidikan agama ini, sambung Asrorun harus dimulai dari dasar hingga perguruan tinggi.</p><p>Terkuaknya kembali kasus bullying ini setelah sebuah video memperlihatkan seorang mahasiswa dibully oleh rekan-rekannya viral sejak pekan lalu </p><p>Menurut kabar, korban merupakan mahasiswa sebuah universitas swasta di kawasan Depok dan dia berkebutuhan khusus. </p><p>Dalam video itu sekelompok orang tampak menahan laju seorang pria berjaket abu-abu dengan menarik tas ranselnya. Korban tidak bisa berjalan karena tindakan itu. </p><p>Karena kesal, korban akhirnya melempar tempat sampah ke arah orang yang mengganggunya. </p><p>Di sisi lain, orang-orang di sekitarnya tak terlihat membantu korban, mereka hanya diam terpaku. Sebagian bahkan terdengar meneriaki korban. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 14:28 WIB

32.000-an penumpang ke Jakarta melalui Terminal Kalideres

Kecelakaan | 22 Juni 2018 - 14:14 WIB

Luhut: Musibah Danau Toba karena kurang disiplin

Ekonomi | 22 Juni 2018 - 13:58 WIB

Kereta tambahan Lebaran disiagakan hingga 26 Juni

Amerika | 22 Juni 2018 - 13:45 WIB

Kremlin nantikan kunjungan ajudan Trump di Moskow

Pilkada Serentak 2018 | 22 Juni 2018 - 13:36 WIB

Emil dan Uu siapkan data hadapi debat ketiga

Aktual SDGs | 22 Juni 2018 - 13:34 WIB

Setiap tahun dunia kehilangan hutan hampir seluas pulau Jawa

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com