Senin, 24 Juli 2017

Siswa Pekanbaru raih emas olimpiade kimia internasional

Senin, 17 Juli 2017 12:45

Ilustrasi. Ilustrasi.
Ayo berbagi!

Dean Fanggohans, siswa SMAN 8 Kota Pekanbaru mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas pada olimpiade kimia tingkat dunia atau "International Chemistry Olympiad" ke-49 di Thailand pada 6-15 Juli 2017.

Kemenangan Dean disambut dengan perayaan meriah yang turut dihadiri oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, di SMAN 8 Pekanbaru, Senin (17/7). Lelaki berusia 17 tahun itu disambut seperti pahlawan dan mendapat kalungan medali dan karangan bunga langsung dari gubernur.

"Saya sangat terharu karena Indonesia berhasil mendapat medali emas di ajang internasional, apalagi pemenangnya dari SMA 8 Pekanbaru," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, yang hadir khusus pada perayaan itu untuk menjadi pembina upacara.

Ia mengatakan prestasi yang ditorehkan Dean sangat istimewa karena mengakhiri "puasa" medali emas bagi Indonesia pada ajang "International Chemistry Olympiad" (IChO). Sebabnya pada IChO ke-48 di Georgia, tim Indonesia hanya meraih dua medali perak dan dua perunggu.

"Kemenangan ini sangat membanggakan karena saya dengar ini pertama kalinya kita dapat medali emas lagi sejak 2009," ujar pria yang akrab disapa Andi Rachman ini.

Ia berharap prestasi Dean Fanggohans bisa terus ditingkatkan dan menjadi motivasi bagi siswa-siswa lainnya. Andi Rachman berpesan Riau sangat membutuhkan sumber daya manusia yang handal untuk pembangunan. 

"Saya minta anak-anak semua untuk gunakan waktu sebaik-baiknya untuk belajar. Riau butuh sumber daya manusia yang pintar karena ke depan peluang kemajuan sangat besar, namun tantangan juga akan beragam," katanya.

Sementara itu, Dean Fanggohans mengatakan akan berusaha untuk terus mengukur prestasi untuk pribadi dan Indonesia. "Target saya ke depan adalah membawa tradisi emas untuk Indonesia," katanya.

Ajang IChO diikuti oleh pelajar dari 80 negara di dunia. Dalam kompetisi ini setiap siswa diuji kemampuan dalam teori dan keterampilan dalam melakukan praktik di laboratorium.

Setiap negara mengirimkan maksimal empat orang siswa terbaik di bidang kimia, yang sebelumnya telah melalui proses seleksi dan pembinaan dari Departemen Kimia FMIPA UI dan Departeman FMIPA-ITB. Sebagian materi yang dipertandingkan di IChO tidak pernah dipelajari oleh siswa tingkat SMA di Indonesia.

"Persiapan saya sebenarnya cukup panjang, mulai dari kelas 10 terus belajar sendiri maupun belajar dikelas, sampai persiapan khususnya selama 10 minggu mengikuti karantina," kata Dean sembari menambahkan keberhasilannya juga berkat bimbingan guru dan pembimbingnya.

Secara keseluruhan, tim Indonesia pada IChO ke-49 di Thailand berhasil meraih satu medali emas dan tiga perak. Peraih medali perak adalah Fahmi Naufal Rizki (SMA Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan), M. Ridho Setiyawan (SMAN 1 Jawa Tengah), dan Mario Lorenzo (SMAK BPK Penabung Gading Serpong). (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar