Jumat, 21 Juli 2017

Kapolri: Ada fenomena lone wolf pakai aplikasi Telegram

Senin, 17 Juli 2017 12:29

Foto: elshinta.com/Dody Foto: elshinta.com/Dody
Ayo berbagi!

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, ada fenomena lone wolf atau teroris yang tidak terstruktur. Mereka bergerak secara sendiri menjadi radikal melalui penggunaan informasi teknologi.

"Dulu dr Azahari bin Husin mengajarkan murid-murid membuat bom langsung, sekarang tidak. Langsung online, chat, nanti campur ini, campur ini, survei langsung. Disharing di Telegram salah satu favorit mereka sekarang ini," jelasnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (17/7).

Dikatakannya, teroris dapat membuat super grup melalui aplikasi Telegram. Grup tersebut bisa beranggotakan 10.000 anggota privat lalu masuk kelompok lain tanpa diketahui administrasinya.

Aplikasi Telegram memiliki aplikasi end to end encription sehingga tidak bisa disadap. Kemudian terdapat akun tersembunyi sehingga nomor tidak diketahui. "Cukup dengan menggnakan user name, saling kontak chat to chat hanya dengan user jadi dia tidak ketahuan, sulit dilacak," paparnya. (dody/Der) 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar