Kamis, 21 Juni 2018 | 04:04 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Kapolri: Ada fenomena lone wolf pakai aplikasi Telegram

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Foto: elshinta.com/Dody
Foto: elshinta.com/Dody
<p>Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, ada fenomena lone wolf atau teroris yang tidak terstruktur. Mereka bergerak secara sendiri menjadi radikal melalui penggunaan informasi teknologi.</p><p>"Dulu dr Azahari bin Husin mengajarkan murid-murid membuat bom langsung, sekarang tidak. Langsung online, chat, nanti campur ini, campur ini, survei langsung. Disharing di Telegram salah satu favorit mereka sekarang ini," jelasnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (17/7).</p><p>Dikatakannya, teroris dapat membuat super grup melalui aplikasi Telegram. Grup tersebut bisa beranggotakan 10.000 anggota privat lalu masuk kelompok lain tanpa diketahui administrasinya.</p><p>Aplikasi Telegram memiliki aplikasi end to end encription sehingga tidak bisa disadap. Kemudian terdapat akun tersembunyi sehingga nomor tidak diketahui. "Cukup dengan menggnakan user name, saling kontak chat to chat hanya dengan user jadi dia tidak ketahuan, sulit dilacak," paparnya. (dody/Der)&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 20 Juni 2018 - 21:59 WIB

Messi akan tebus kesalahan saat lawan Kroasia

Event | 20 Juni 2018 - 21:47 WIB

Panama nilai Belgia lebih berbahaya daripada Inggris

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:37 WIB

Simpang Gadog mulai lancar

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:28 WIB

Dishub awasi kapal cepat lebihi kapasitas

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:16 WIB

Kemenhub imbau maskapai dalam negeri akses penerbangan perintis

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 21:05 WIB

Kemenhub sambut positif pencabutan `EU Flight Ban`

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com