Jumat, 21 Juli 2017

Kapolri sebut serangan ke Polda Sumut komunikasi pakai telegram

Senin, 17 Juli 2017 12:53

Foto: Doddy Handoko Foto: Doddy Handoko
Ayo berbagi!

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan aplikasi telegram terdapat sisi positif sehingga bermanfaat untuk pembicaraan rahasia yang dianggap privasi. Namun, sisi negatifnya bila dimanfaatkan di tangan yang salah bisa berbahaya. Kepolisian tidak dapat melacak kelompok tersebut.

"Nanti meledak dimana-mana, termasuk kasus kasus yang di Masjid Falatehan Blok M kemudian yang Bandung, kasus yang menyerang Polda Sumut itu menggunakan komunikasi ini. Bahkan yang ngajarin cara membuat bom dan pembahan doktrin radikal yang nerima pun enggak tahu siapa dia," ujarnya di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/7).

Diungkapkannya bahwa sebanyak 17 kasus tersebut terjadi selama dua tahun terakhir yang diantaranya peristiwa Bom Thamrin. "Sudah tahu yang namanya telepon bisa disadap, HP dan SMS, sehingga akhirnya mereka bisa mencari saluran komunikasi yang aman buat mereka," bebernya.(Dody/SiK)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar