Sabtu, 18 November 2017

Amien Rais : Jokowi keliru terbitkan Perppu

Senin, 17 Juli 2017 13:53

Tokoh Muhammadiyah Amien Rais. Foto: Kontributor Elshinta, M Salim Tokoh Muhammadiyah Amien Rais. Foto: Kontributor Elshinta, M Salim
Ayo berbagi!

Tokoh Muhammadiyah Amien Rais menghadiri tabligh akbar sekaligus silaturahim Syawal 1438 Hijriah di Pendopo Alun-alun Tengku Amir Hamzah, Jalan Proklamasi Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Minggu (16/7).

Tabligh akbar silaturrahmi syawal 1438 H ini digelar oleh PW Muhammadiyah Sumut dan PD Muhammadiyah Kabupaten Langkat, sekaligus ceramah kebangsaan merawat keutuhan NKRI.

Dari pantauan Kontributor Elshinta, M Salim mantan ketua MPR RI tiba sekitar pukul 09.00 WIB dengan menggunakan, kopiah hitam, kemeja biru dan celana keper hitam. Sebelum memasuki alun-alun, Amien Rais beristirahat sejenak di rumah Dinas Bupati Langkat.

Ada yang unik dari kehadiran Amien, dia datang menggunakan scoter dan diiring vespa yang diwaktu bersamaan klub scoter ini mengadakan kegiatan.

Dalam pidatonya, Tokoh Reformasi Amien Rais, meminta agar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo tidak bermain-main dengan umat Islam.

"Jangan bermain- main dengan umat Islam dan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Ormas dan membekukan Ormas Islam HTI," ujarnya

Keputusan pemerintah menerbitkan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Ormas dinilai Amien sangat kontroversial, yang justru Perppu tersebut dapat memecah belah umat.

Amien Rais juga menilai Presiden Jokowi keliru menerbitkan Perpu tersebut.

"Kalau tidak mampu memimpin bangsa ini mundur saja, karena kalau sudah keliru tapi terus saja maju itu berarti ada sesuatu yang tidak benar," kata Amien.

Masih Amien Rais, daripada menerbitkan Perppu lebih baik bermusyawarah dengan masyarakat terkait dengan ormas, sehingga didapatkan jalan keluar tanpa harus menerbitkan Perpu tersebut.

Meski demikian dia masih berbaik sangka pada Jokowi, dia mengingatkan masih ada waktu untuk memperbaiki kekeliruan itu. Bahkan Amien meminta Jokowi yang asli muncul kembali seperti saat menjadi Walikota Solo, Jokowi yang sederhana, merakyat dan berani mengatakan tidak pada konglomerat.

Dia juga meminta agar umat islam jangan terpecah belah dan bersatu. Karena katanya bila kekuatan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama bergabung, umat Islam tidak akan terkalahkan.

"Jangan melakukan revolusi yang mengakibatkan perpecahan bangsa ini. Cara yang akan kita lakukan untuk menurunkan Rezim yang berkuasa dengan cara yang konstitusional," katanya.

Amien juga mengkritisi pemerintahan yang dianggap terlalu pro Barat dan Tiongkok.

"Sekarang kita dikuasa Cina dan Barat. Cina semakin kaya dan kita tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya.

Tiba di alun-alun, pendiri Partai Amanat Nasional ini langsung disambut ribuan kader PAN serta warga Muhamadiyah.

Kehadiran Amien juga disambut anggota DPR RI Nasril Bahar, Ketua PAN Sumut, Syah Afandin dan Ketua PD Muhammadiyah Langkat, Sujarno.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar