Jumat, 22 September 2017

Kapolri katakan minta akses urusan terorisme ke telegram tidak ditanggapi

Senin, 17 Juli 2017 14:04

Foto: Doddy Handoko Foto: Doddy Handoko
Ayo berbagi!

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan awalnya tidak meminta Telegram untuk ditutup, hanya meminta akses menyangkut terorisme.

"Kita minta kepada  telegram  bukan ditutup sebenarnya,  kami minta diberi akses menyangkut urusan terorisme, keamanan, untuk tahu siapa itu yang memerintahkan untuk ngebom, siapa itu yang menyebarkan paham radikal," ujarnya di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/7).

Namun permintaan akses untuk penanganan terorisme tidak ditanggapi pihak Telegram. Sehingga, ia akhirnya meminta penutupan aplikasi Telegram. "Bahwa inilah profit oriented bagi mereka, ini market besar, penggunanya jutaan. begitu kita tutup, mikirlah mereka. Nah sekarang mereka saya dengar sudah mulai membangun komunikasi dengan menkominfo," jelasnya.

Ia tidak mempermasalahkan aplikasi Telegram aktif kembali bila diberikan akses bila terdapat data-data terkait terorisme, ajaran radikal serta cara membuat bom. "Kami diberi akses siapa mereka itu. Kalau mereka sudah deal dengan kita, menkominfo, saya pikir fine," ucapnya. (Dody/SiK)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar