Selasa, 26 September 2017

Bully remaja disabilitas

Forum gerakan peduli hak disabilitas datangi Rektorat UG

Senin, 17 Juli 2017 18:07

Foto Kontributor Elshinta, Hendrik Isnaini Raseukiy. Foto Kontributor Elshinta, Hendrik Isnaini Raseukiy.
Ayo berbagi!

Pasca peristiwa perundungan (bullying) yang dialami Muhammad Farhan, Mahasiswa Semester 1 Univesitas Gunadarma (UG) di Kota Depok, forum Gerakan Peduli Hak Disabilitas Indonesia mendatangi pihak Rektorat UG.

M Farhan adalah disabilitas autis Mahasiswa semester 2 Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Sistem Informatika (SI) Kampus D, UG Kota Depok, Jawa Barat. Pada hari Sabtu (15/7) dikasari, diejek, dan digoda oleh sejumlah rekan se fakultasnya. Dugaan sementara, pelaku perundungan ini berjumlah tiga orang, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hendrik Reseuki.

Aksi perundungan ini, kemudian rekamannya diviralkan sinpelbagai media sosial internet, seperti di istagram bernama thenewbikingregetan.

Tampak dalam viral tersebut, Farhan jalannya dicegat oleh seorang mahasiswa, tasnya di tarik-tarik sampai Farhan tak bisa berjalan dan terhuyung. Sejumlah mahasiswa tertawa melihat nasib Farhan ini. Farhan sempat melawan dan protes.

Hari ini, Senin (17/7), pihak Rektorat UG dipimpin Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan didatangi Direktur Rehabilitas Sosial Anak Kemensos Nahar dan Gerakan Pembela Hak Disabiltas mengadakan oertemuan dengan pihak UG.

Melalui koordinatornya, Trian Arlangga, gerakan ini menyampaikan petisi keprihatian.

"Kasus ini harus diusut tuntas. pelaku dan korban harus sama-sama ditangani. Korban didampingi mentalnya dan pelaku harus melakukan kerjasosial ditempat berkegiatan penyandang disabilitas," sebut Trianyang juga penyandang disabilitas tunanetra di Kampus UG.

Trian juga mengingatkan UG untuk lebih ramah dan memfasilitasi sarana untuk penyandang disabilitas.

"Dengan pelaku dan kawan kawannya melakukan kerja sosial bersama penyandang disabilitas, mareka akan lebih, memahami tentang disabilitas.

Trian mengingatkan, bila seseoranh mempunyai talenta dan preatasi di bidag tertentu, jangan dikaitkan dengan sesuatu yang luar biasa, istimewa.

"Kalau misalnya ada pelukis disabiltas bisa bisa melukis dengan kuas di mulut. Cukup saja bilang lukisannya bagus, jangan dikaitkan dengan tak punya tangan. Titik. Biasalah memberi apresiasi sewajarnya kepada mareka," Tegas Triana.

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos Nahar mengatakan, dari petemuan ini, terjadi kesefahaman dengan Kampus UG bahwa akan dilakukan penyelidikan kepada kasus ini.

"Tadi sudah kami sudah bertemu. Masalah ini diseriuskan oleh Kampus Gunadarma," Sebut Nahar.

Kepada Wartawan, Warek III Bidang Kemahasiswaan Irwan Bastian mengatakan, UG serius menangani kasus in. Sebutnya, para pelaku sudah mendatangi Farhan dan keluarga untuk memint maaf.

"Kami dalami dan selidiki. Terduga pelaku perundungan ini sudah datang meminta maaf kepada yang jadi bahan perundungan," sebut Bastian.

Penulis: Andi Juandi

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar