Jumat, 24 November 2017

Taman berbentuk pita dibangun untuk peringati korban MH17

Senin, 17 Juli 2017 21:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
MH17
Getty Images
Bagian dari monumen peringatan yang terbuat dari baja.

Sebuah taman didedikasikan untuk para korban pesawat Malaysia Airlines MH17 di Vijhuizen di dekat bandara Schiphol di Amsterdam, tempat pesawat naas itu lepas landas menuju Kuala Lumpur pada 17 Juli 2014.

Taman itu terdiri atas 298 pohon, mewakili setiap penumpang dan kru yang tewas dalam pesewat yang jatuh ditembak rudal di atas wilayah Ukraina, yang saat itu sedang dilanda konflik.

Acara peresmian taman yang didekasikan kepada para korban akan dihadiri oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima, pemerintah Belanda dan pejabat internasional serta keluarga korban, yang akan membacakan nama-nama korban.

Kebanyakan korban berasal dari Belanda namun 17 di antaranya adalah warga negara Indonesia, Malaysia, Inggris dan Australia.

Kelompok perkumpulan keluarga korban menyatakan bahwa pohon melambangkan 'harapan' dan 'masa depan' dalam banyak budaya.

"Kami tidak hanya ingin memperingati para korban MH17, namun juga menciptakan sebuah tempat di mana semua orang dapat menyimpan memori ke 298 penumpang tetap hidup."

'Mata' yang memandang ke langit

Satu pohon apel didedikasikan ke Gary, seorang anak 16 tahun dari Rotterdam, yang jasadnya masih belum dapat diidentifikasi.

"Rasanya senang memikirkan dia memiliki sebuah pohon, karena kami masih belum mendapatkan jasadnya. Kami tidak ingin Gary dilupakan. Kami tidak ingin ada yang dilupakan dari ke 298 penumpang", kata ayah Gary, Jan Slok kepada surat kabar AD.

MH17
Getty Images
Konstruksi taman pada April 2017.

'Monumen hidup' ini dirancang sejak akhir 2015 oleh seniman Ronald A. Westerhuis dan arsitek landscape Robbert de Koning, dengan dana yang dihimpun dari sejumlah sumbangan.

Taman 'peringatan hidup' ini dikelilingi bunga matahari yang mekar setiap Juli dan 'memancarkan cahaya keemasan' ke pepohonan.

Di tengah-tengah taman yang terdiri atas 11 varietas pohon terdapat tugu terbuat dari baja berbentuk mata yang memandang ke langit.

Harian Trouw menulis bahwa tugu berbentuk alis sepanjang 16 meter melambangkan 'beban orang-orang yang kehilangan', dan karat yang muncul seiring waktu melambangkan perjalanan rasa sakit. Nama para korban juga diukir di bagian bola mata.

"Jika anda melihat ke dalam, anda dapat melihat diri anda sendiri dan nama orang yang anda kasihi", kata seniman Westerhuis di harian Trouw.

MH17
AFP
Bunga yang diberikan oleh keluarga salah satu korban asal Australia di bangkai pesawat MH17 pada Juli 2014 yang jatuh di wilayah Donetsk.

Penyelesaian hukum

Meski sudah tiga tahun berlalu, belum ada tersangka yang ditangkap terkait kasus penembakan pesawat MH17, meski diumumkan pada 5 Juli lalu bahwa setiap persidangan tersangka pelaku penembakan MH17 akan dilangsungkan di Belanda.

Sekitar 100 orang dicari terkait kasus ini setelah penyelidikan yang dipimpin oleh Belanda menyimpulkan pesawat ditembak jatuh oleh rudal buatan Rusia yang ditujukan ke pemberontak Rusia.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko menuntut agar Rusia bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

"Itu adalah kejahatan yang memalukan yang dapat dihindari jika tidak karena serangan Rusia, sistem dan rudal Rusia yang datang dari wilayah Rusia", tulis Poroshenko di media sosial Facebook.

Meski begitu, Rusia kerap menyangkal keterlibatan mereka dan terus meyalahkan Ukraina.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar